Wednesday, 19 September 2018

Bisnis Mobil Bekas 2015 Tetap Bergairah

Kamis, 8 Januari 2015 — 8:15 WIB

MARAKNYA penjualan mobil baru dengan harga  murah, tak membuat bisnis pasar mobil bekas suram. Justeru mereka optimis, tahun 2015 ini transaksi penjualan mobil second bekas bakal stabil. Bahkan bisa meningkat.

Menurut Ketua Bursa Otomotif Mangga Dua Square (BOMS), Michael Surya Nuraga transaksi mobil bekasi di tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya alias stabil. “Mungkin bisa meningkat. Kita optimis mobil bekas masih diminati konsumen,” katanya.

Ada beberapa faktor kenapa penjualan mobil bekas masih akan bergairah. Di antaranya, karena masih buruknya kondisi angkutan umum di Jakarta. “Rasa nyaman diinginkan banyak warga ibukota, tetapi kondisi angkutan umum yang ada saat ini belum memadai. Sehingga, mereka tetap memilih menggunakan kendaraan sendiri,” papar Michael.

BERKUALITAS

Mobil pribadi di masa sekarang ini bukan lagi dianggap sebagai barang mewah. Tetapi, menjadi kebutuhan alias barang primer. “Itu yang membuat kami optimis transaksi mobil bekas tetap bergairah,” ucap Michael yang mengklaim setiap harinya lebih dari 10 transaksi berlangsung di BOMS.

“Di sini ada 50 showroom. Setiap hari di tiap showroom pasti ada transaksi. Kondisi itu yang membuat kami kian yakin pasar mobil bekas tetap diminati konsumen,” ujarnya.

BOMS banyak dikunjungi konsumen lantaran kendaraan yang dijual di bursa ini merupakan mobil bekas dengan kualitas baik. “Yang paling banyak dicari adalah mobil kelas midle atau menengah yang harganya di bawah Rp300 juta. Seperti Innova dan Fortuner.”

PROGRAM BISNIS

Untuk mewujudkan optimisme terkait prospek bisnis di tahun ini, sejumlah program tengah dirancang pihak BOMS. “Dalam waktu dekat akan kami adakan sejumlah program. Saat ini masih dikordinasikan dengan para anggota paguyuban. Program apa saja yang intinya bisa menarik konsumen. Namun ada beberapa program yang menjadi agenda. Di antaranya bakti sosial, promo dan mengajak kerjasama sejumlah leasing,” katanya lagi.

Sebelumnya, sejak 2008 sampai 2013, pengelolaan bursa mobil bekas di Mangga Dua Square ini di bawah manajemen Raja Bursa Mobil.  Kini aksi kolektif pedagang menjadi pemegang saham lokasi itu, yang membuat mereka bebas dalam berbisnis. Rasa kebersamaan terus terjalin untuk bersama-sama membangun BOMS jadi lebih dikenal lagi. (yahya)