Tuesday, 25 September 2018

Panglima TNI Beri Hadiah Rp 100 Juta Bagi Penemu FDR AirAsia

Senin, 12 Januari 2015 — 22:52 WIB
Panglima TNI Moeldoko menyaksikan FDR AirAsia yang berhasil ditemukan TNI

Panglima TNI Moeldoko menyaksikan FDR AirAsia yang berhasil ditemukan TNI

PANGKALAN BUN (Pos Kota)- Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memberikan apresiasi dan penghargaan kepada prajurit TNI yang terlibat  pencarian pesawat Airasia QZ-8501 khususnya setelah berhasil mengangk Flight Data Recorder (FDR), salah satu bagian dari kotak hitam (black box)  di perairan Karimata Kalimantan Tengah, Senin (12/1/2015).

Panglima TNI menyampaikan ucapan terma kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan dukungan dan semangat dalam pencarian AirAsia tersebut. Disamping itu Panglima TNI juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada militer negara sahabat, Basarnas, BPPT dan elemen lainnya yang turut membantu operasi pencarian Air Asia QZ8501.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI menekankan kepada  prajurit untuk tetap melanjutkan pencarian bagian body pesawat AirAsia QZ-8501 yang masih  belum ditemukan karena diyakini masih banyak korban penumpang yang terjebak didalamnya. “Cockpit Voice Recorder (CVR) harus ditemukan”, tegas Panglima TNI.

Panglima TNI merasa bangga kepada prajurit penyelam, saat ini jumlahnya masih memadai, masih ada 81 orang. Penyelam gabungan TNI Angkatan Laut yang l menemukan dan mengambil Flight Data Recorder pesawat AirAsia QZ-8501 mendapatkan hadiah sebesar Rp 100 juta dari Panglima TNI. Uang tersebut untuk dibagi rata kepada 81 orang penyelam dari Komando Pasukan Katak, Marinir, dan Dinas Selam Bawah Air. Menurut Panglima TNI, Pangarmabar Laksda TNI Widodo telah menjalankan tugas dengan baik.

Seperti diketahui Jenderal TNI Moeldoko telah beberapa kali mengunjungi para prajurit yang mengemban misi kemanusiaan yaitu operasi pengangkatan, evakuasi korban dan juga badan pesawat AirAsia QZ-8501,  sekaligus memberikan semangat para prajurit TNI di lapangan. Hari Sabtu malam, Panglima TNI dan rombongan baru saja kembali ke Jakarta usai pengangkatan ekor pesawat setelah 3 hari berturut-turut menginap di KRI Banda Aceh. Mendapat laporan  FDR ditemukan, Panglima TNI kembali ke Pangkalan Bun dan menuju KRI Banda Aceh yang telah beroperasi sejak pesawat dinyatakan hilang kontak tersebut.(B)