Thursday, 23 May 2019

Ahok : Kami Akan Tetap Bangun Stadion BMW

Sabtu, 17 Januari 2015 — 5:36 WIB
Maket Stadion BMW yang akan dibangun Pemprov DKI

Maket Stadion BMW yang akan dibangun Pemprov DKI

GAMBIR (Pos Kota) – Gubernur DKI Ahok menegaskan pihaknya tetap melanjutkan pembangunan Stadion BMW di kawasan Tanjung Priok. Meski kasus sengketa sebagian lahan di lokasi itu dimenangkan pengembang PT Buana Permata Hijau (BPH) oleh PTUN, namun tak menyurutkan niat pemprov untuk mewujudkan lapangan olahraga bertaraf internasional.

“Kami tetap akan membangun Stadion BMW. Anggaran sudah disiapkan Rp 1,2 triliun, dikerjakan secara multi years mulai tahun ini,” ujar Ahok di Balaikota, Gambir, Jumat (17/1). Selain itu, pihaknya akan menyewa pengacara kondang untuk mengajukan banding atas sengketa lahan seluas 3 hektar yang berlokasi di pojok Taman BMW.

Luas lahan proyek Stadion BMW yang akan dibangun di Taman BMW total 26,5 hektar. Sedangkan lahan yang digugat PT BPH seluas 3 hektar. Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) pada Kamis (16/1) lalu memenangkan PT BPH sebagai pemilik lahan tersebut.

Gindar Sembiring dari PT BPH menyatakan pihaknya mengapresiasi majelis hakim yang telah mengabulkan tuntutannya. “Berdasarkan Sertifikat Hak Pakai No. 251 dan 250 yang diterbitkan Kantor Pertanahan Jakarta Utara, kami punya hak garap total lahan di kawasan BMW seluas 10,7 hektar, termasuk di dalamnya 3 hektar yang sempat diklaim Pemprov DKI sebagai pemiliknya yang berasal dari pembayaran kewajiban fasos/fasum dari sejumlah pengembang,” kata Gindar.

Pada dasarnya BPH tak menghalangi rencana Pemprov DKI membangun stadion sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus. “Tapi selama ini Pak Ahok tidak pernah mengajak komunikasi dengan kami,” ujar Gindar menambahkan pihaknya sudah enam kali melayangkan surat ke pemprov untuk membicarakan masalah ini, tapi surat itu tak pernah ditanggapi. “Padahal kalau kita bertemu kan bisa membahas proyek tersebut tanpa merugikan satu sama lain,” tambahnya.

Tigor Napitupulu dan Irwan Lubis dari Forum Paguyuban Warga Papanggo, menambahkan Ahok jangan arogan dalam menghadapi kasus ini. “Kami para warga penggarap lahan meminta gubernur untuk mendekati BPH menyelesaikan kasus ini secara damai,” tambahnya. (Joko)