Wednesday, 26 July 2017

Lintasi Bundaran HI-Thamrin, 288 Pengendara Motor Ditilang

Minggu, 18 Januari 2015 — 19:45 WIB
Petugas menghentikan pengendara motor gede yang melewati kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (18/1).  (yogi)

Petugas menghentikan pengendara motor gede yang melewati kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (18/1). (yogi)

JAKARTA (Pos Kota) – Larangan bagi pengendara sepeda motor melintas di sepanjang Bundaran HI- MH Thamrin dan Jalan Merdeka Barat sudah disosialisasikan selama satu bulan. Namun masih saja banyak pemotor yang nekat melintasi kawasan tersebut. Mereka juga tak menggubris ‘warning’ petugas yang mulai memberlakukan tilang sejak Minggu (18/1).

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono, mengatakan sepanjang Minggu (18/1), tercatat 208 pengendara yang ditilang. “Angka itu sejak penindakan sterilisasi sepeda motor di kawasan larangan sepeda motor yang kita lakukan sejak pukul 11.00 sampai 16.00,” katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul kepada wartawan mengatakan semua yang melanggar akan dikenakan tilang maksimal Rp500 ribu. Sanksi itu seperti yang tercantum di Pasal 287 Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang pelanggaran rambu lali lintas. “Namun, bisa juga diberikan teguran tertulis,” kata Martinus.

Menurut dia, polisi akan memberikan teguran tertulis bagi pengendara yang sama sekali tak tahu aturan ini. “Indikasinya adalah kendaraan yang berasal dari luar Jakarta,” kata dia. Namun, Martinus berujar, polisi juga punya cara untuk mengetahui apakah benar pengendara benar-benar tak tahu atau pura-pura tak tahu.

PROTES

Tidak sedikit dari pengendara motor yang menuai protes atas tindakan tilang yang dilakukan petugas. “Kenapa hanya motor saja pak yang dilarang? Justru mobil yang membuat jalan macet, harusnya mobil yang dilarang,” ujar Deden, satu pengendara. Namun protes pria warga Mampang, Jaksel itu tak membuat petugas untuk tidak menilangnya. “Silahkan bapak mengikuti sidangnya,” sebut petugas.

Sementara di saat bersamaan, petugas juga menghentikan pria pengendara sepeda motor gede (Moge) jenis Harley Davidson. Pria bertubuh besar itu sempat mencoba menghindari petugas, namun ia kalah sigap sehingga pasrah diberi surat tilang. “Saya buru-buru pak,” dalihnya.

Seperti diketahui, Dinas Perhubungan DKI sudah melakukan pemasangan rambu-rambu larangan sepeda motor melalui jalan tertentu sejak uji coba dimulai pada 17 Desember 2014. Sejauh ini, Pemerintah DKI Jakarta menilai uji coba pembatasan sepeda motor itu berjalan lancar. Selama uji coba, pengendara yang melanggar tidak dikenai sanksi melainkan hanya ditegur sekaligus disosialisasikan mengenai kebijakan ini. (yahya)