Sunday, 19 November 2017

Suami Demen Main Pukul, Istri Nekat Main Serong

Senin, 19 Januari 2015 — 5:34 WIB
Dia-19Jan

PEMBALASAN harus lebih kejam dari perbuatan, begitu tekad Rohanah, 35, dari Makasar.  Karena suami demen main pukul, dia membalasnya dengan main serong dengan brondong usia 21 tahun. Skandal berakhir ketika digerebek dalam hotel. Di depan polisi dia mengaku, kasi mesum itu sekedar membalas sakit hati.

Pendidikan bisa mengubah nasib dan perilaku manusia, ini tak terbantahkan lagi. Orang yang berpendidikan tinggi nasibnya cenderung lebih baik, ketimbang yang pendidikannya pas-pasan. Begitu pula orang pendidikan tinggi, bisa mengambil keputusan lebih bijak ketimbang mereka yang yang hanya lulusan SMP atau SMA.

Seperti Wahidin, 40, dari Makasar ini contohnya, sebagai pemuda hanya lulusan SMP, jaman sekarang ke mana lagi larinya jika tak hanya jadi tukang batu? Nah, karena hanya tukang masang batu bata dan ngaduk semen, ketika membuat kebijakan tentu saja tidak bijak. Misalnya, ketika kecewa dengan kelakuan istri, bukan menasihati, tapi main tempeleng. Tentu saja istrinya menjadi semakin liar.

Rumahtangga Rohanah – Wahidin belakangan memang diliputi mendung comulonimbus, yang tak saja bisa bikin jatuh pesawat, tapi juga rumahtangga. Masalahnya, penghasilan Wahidin sehari-hari tak bisa untuk hidup layak. Setiap hari cenderung kekurangan, maklum kerjanya hanya jadi tukang batu. Kenapa jadi tukang batu? Karena sekolahnya dulu hanya lulus SMP.

Gara-gara selalu kekurangan dan Wahidin tak bisa cari kerja lain, istrinya sering marah-marah. Tapi suami bukan menasihati secara bijak, melainkan main tempeleng ala petinju. Petinju sih habis nempeleng orang dapat duit, kalau nempeleng istri, perolehannya hanya diomeli mertua dan ditegur para tetangga.

Hampir setiap hari, Rohanah menjadi sasaran tinju. Untuk pelampiasan, dia sering curhat pada pemuda Rahmad, anak muda yang lebih pantas jadi adiknya. Tapi anak muda ini memang pinter bergaul, sehingga dia bisa jadi pendengar baik, yang kemudian menghibur dan memberikan pencerahan yang membuat Rohanah optimis.

Ironisnya, semakin akrab mereka, hubungan keduanya menjadi semakin dalam. Rahmad yang pandai bergaul itu akhirnya malah berhasil menggauli Rohanah. Inisiatif memang datang dari pihak perempuan. Dan karena penampilan wanita itu juga menarik, mana ada rejeki ditolak? Maka dalam sebuah kamar hotel, mereka menuntaskan gairahnya.

Sejak itu  beberapa kali mereka kencan di hotel. Dananya dari mana, dari pengusaha Selandia Baru, ngkali. Jangankan hanya membiayai orang mesum barang Rp 500.000,- lha wong meminjami anak ingusan Rp 57 miliar juga tidak sayang, karena dia anak pejabat tinggi negara.

Tapi sepandai-pandai tupai selingkuh, akhirnya jatuh juga. Soalnya entah yang ke berapa kalinya, rencana aksi mesum Rohanah – Rahmad tercium suaminya. Maka baru saja menyelesaikan ronde pertama di sebuah hotel di jalan Mongisidi, Makassar, polisi menggedor pintu. Ditemukan Rohanah-Rahmad dalam pakaian acak-acakan. Dalam pemeriksaan di Polsek Mamajang Rohanah mengakui, perselingkuhan ini untuk membalas sakit hati pada suaminya.

Who, dipukul cethok baru tahu rasa kamu! (Gunarso TS)