Wednesday, 19 June 2019

Untuk Pemeriksaan Pelanggaran Etik

Hasto Harus Serahkan Dua Alat Bukti Soal Abraham Samad

Kamis, 22 Januari 2015 — 19:27 WIB
Hasto Kristiyanto

Hasto Kristiyanto

JAKARTA (Pos Kota) –    Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin  meminta Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto,  agar bersedia memberikan  dua alat bukti terkait tudingan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

“Hal itu sangat penting, agar DPR dapat memeriksa Abraham Samad melalui Komite Etik DPR. Sebaliknya, jika ternyata bukti-buktinya tidak cukup kuat, tidak mungkin DPR dalam memenuhi permintaan saudara Hasto agar DPR memeriksa Abraham Samad melalui Komite Etik DPR. Jadi, bukan kami (DPR) tidak mau bersikap ya, tapi ada mekanis yang harus kita lalui mengenai hal ini,” ujar Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin, kepada wartawan, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/1).

Politisi Partai Golkar ini  mengatakan hal itu, terkait pernyataan Hasto Kristiyanto yang membeberkan bahwa Abraham Samad pernah berambisi menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2014 lalu. Hasto menyampaikan hal ini, untuk membenarkan artikel ‘Rumah Kaca Abraham Samad’ yang diunggah oleh akun Sawito Kartowibowo. Samad disebut melakukan pertemuan setidaknya enam kali dengan partai pengusung Joko Widodo.

Bisa jadi, pengakuan Hasto ini, kata Aziz, sebagai buntut penetapan tersangka calon kapolri Budi Gunawan menjelang pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR, beberapa waktu lalu.

Akibatnya, pelantikan Budi Gunawan yang telah disetujui dan disahkan sebagai Kapolri dalam rapat paripurna DPR, ditunda pelantikannya oleh Presiden Joko Widodo untuk proses hukum yang tengah berjalan.

“Bila memenuhi dua alat bukti, maka tidak ada alasan bagi DPR untuk memeriksa Abraham Samad melalui Komite Etik. Tapi saya berasumsi, pernyataan Pak Hasto seperti itu, tidak mungkin tidak didukung dengan alat bukti. Bisa saja, alat bukti itu berupa rekaman baik berbentuk audio maupun visual. Bisa juga surat perjanji atau saksi,” ujarnya. (rizal)

  • Wiwit Ardiansyah

    abraham maju terus rakyat mendukung anda….DPR mewaikili siapa ya ….untung golput jd ga milih wkl rakyat model begini

    • B Santoso

      RAKYAT mana yg mendukung ? rakyat bisanya cuman lihat d iTV yg mendukung itu oknum2 LSM tertentu yg punya akses ke media mereka mengatasnamakan rakyat.

      • nn

        Setuju, dan itu dibayar

  • Wiwit Ardiansyah

    lo liat kejadian nyata gedung kpk di jga rakyat,susah ngejelasinnya klw keluarga koruptor .