Thursday, 22 August 2019

Jual ke Artis, Bandar Narkoba Naikkan Harga

Kamis, 22 Januari 2015 — 17:11 WIB
Kasatserse Polres Jaksel menunjukkan barang bukti narkoba. Tampak Ari 'Padi' di kirinya mengenakan baju tahanan oranye. (adji)

Kasatserse Polres Jaksel menunjukkan barang bukti narkoba. Tampak Ari 'Padi' di kirinya mengenakan baju tahanan oranye. (adji)

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Ari, gitaris grup band Padi, yang ditangkap karena menggunakan shabu di studio musiknya royal dalam belanja barang haram itu. Padahal, bandar selalu menjual narkoba dengan harga tinggi ke kalangan artis.

AKBP Hando Wibowo, Kasatserse Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kamis (22/1), menyebutkan sebelum ditangkap gitaris itu membeli mengeluarkan uang cukup besar untuk membeli narkoba. “Sehari sebelumnya, ia membeli barang seharga Rp1,6 juta,” ungkapnya.

Dengan uang itu, gitaris 40 tahun ini mendapat beberapa paket shabu dari bandar. Beberapa paket di antaranya telah dipakainya. Barang tersisa, 0,78 gram shabu,disita polisi sebagai barang bukti bersama alat hisap bong dan korek api.

“Biasanya, bandar selalu menjual narkoba dengan harga lebih mahal untuk kalangan artis,” ujarnya. “Kami juga masih mendalami kemungkinan kasus ini terkait dengan kasus Fariz RM.”

Ari ‘Padi’ ditangkap polisi saat nyabu di studio musiknya di Jalan Raya Ciputat, Tangerang Selatan. Sebelumnya, polisi juga maringkus musisi Fariz RM di rumahnya di kawasan Bontaro Jaya, Selasa (6/1) sekora Pk. 02:00. Ia ditangkap dengan barang bukti heroin. (adji)