Saturday, 22 September 2018

Farhat Abbas : Saya Yang Mau Dibunuh

Selasa, 27 Januari 2015 — 20:26 WIB
Farhat Abbas

Farhat Abbas

JAKARTA (Pos Kota) – Pengacara Farhat Abbas membantah menganiaya  mantan asistennya, Silvi Haiz. Justru ia  mengaku hal yang sebaliknya mau dianiaya.

Hal itu berawal kala dirinya tidak sengaja bertemu dengan Silvi di satu tempat pada Senin (26/1) lalu. Menurut Farhat, tiba-tiba saja mantan asistennya itu langsung berusaha mengancam dengan menggunakan senjata tajam.

“Kami bertemu tidak sengaja di Jaya Makmur, terus dia langsung minta golok ke pegawai di situ. Dikira buat daging, tahunya buat ancam saya mau dibunuh, wah itu orang nekat banget, “tutur Farhat, pada Pos Kota, Selasa (27/1) malam.

Pada saat kejadian, Farhat mengaku datang bersama keluarga. Sedangkan Silvi datang berdua dengan seseorang.
Tidak sampai disitu, pertikaian berlanjut di polres kala kedua belah pihak dimintai keterangan. Alih-alih hendak berdamai, Farhat mengaku dirinya justru diserang oleh Silvi dan sang suami.

“Kami semua dibawa ke Polres Bogor dan di polres saya diserang lagi sama dia dan suaminya. Suaminya ketika itu datang menyusul ke polres,”beber Farhat.

Farhat juga membantah telah menganiaya dan mengeroyok Silvia. Farhat merasa dirinya justru terancam dibunuh oleh Silvi.

“Jadi dia yang berbuat seenaknya mau membunuh saya, ada bukti semua, bahkan saya ada video,”tambah Farhat.
Selain itu, Farhat pun membuat laporan ancaman pembunuhan.

“Ini ancaman pembunuhan, beruntungnya saya lolos dari pembunuhan berencana dia, saya juga tahu, dia sudah laporkan saya. Itu hak dia melaporkan. Buat saya itu maling teriak maling. Dia tidak punya celah buat menyerang saya karena tidak ada bukti. Semua bukti ada pada saya,” kesal Farhat juga mengatakan dirinya mengalami luka cakar dan sudah divisum.

“Saya sudah laporkan pasal 355 KUHP dan Undang-Undang Darurat, dia itu punya kepribadian ganda,”paparnya.
Farhat juga mengatakan jika dirinya tidak semena-mena.

“Saya tidak pernah berlaku arogan sama orang lain. Saya punya banyak saksi sementara dia enggak ada saksi,”ucapnya.

Farhat juga berharap pihak polisi untuk secepatnya menahan Silvi. “Jelas-jelas dia nyerang saya dan saya tidak menyekap,”tandas Farhat.

Silvi mengaku dikeroyok dan disekap Farhat di sebuah toko. Farhat juga membawa Regina saksikan pengeroyokan tersebut.

“Saya bingung sama Regina, kok dia diam aja. Kalau muslimah yang baik harusnya suami ribut pasti ngasih tahu atau nasihat. Kalau enggak punya niat jahat harusnya dia bilang jangan ribut. Ini sampai saya digelandang malah ikut,” kata Silvi.

Menurut Silvi, Farhat memang sengaja ingin memenjarakannya. Usai disekap, Silvi sempat digelandang ke Polsek Bogor dengan alasan yang tidak jelas, Silvi pun dilaporkan oleh Farhat ke Polres Bogor. Akhirnya ia pun melaporkan Farhat oe polisi.

“Yang pasti saya dibawa ke Polsek dan Polres dengan alasan enggak jelas. Seakan dunia enggak ada hukum. Mentang-mentang anak pejabat dia buat gaduh. Dia yang melanggar hukum karena membuat rusuh. Di situ banyak orang. Dia gelandang saya ke Polres,”tandasnya. (mia)