Saturday, 17 November 2018

Awas, Pakaian Bekas Impor Terpapar Bakteri

Jumat, 30 Januari 2015 — 15:13 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Bukan hanya apel impor yang terkontaminasi (terpapar) bakteri, tapi juga pakaian bekas impor juga terkontaminasi bakteri yang bisa menimbulkan penyakit kulit. Masyarakat agar waspada kalau membeli pakaian bekas impor.

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (30/1), usai penandatanganan kerjasama dengan Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menteri Koperasi dan UMK Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

“Pakaian bekas impor juga banyak yang terkontaminasi yang bisa menimbulkan penyakit kulit. Hari Senin nanti, kami akan mengumumkan masalah ini, khususnya tentang bahayanya pakaian bekas impor terhadap konsumen,” terang Rachmat.

Untuk buah apel yang terkontaminasi, lanjut Rachmat, bukan buah apel dari California, Amerika Serikat (AS) tapi yang dari Washington, AS. Dan itu terkontaminasi bukan dari perkebunannya tapi saat proses pengemasannya.

“Jadi pasar kita lindungi bukan hanya apel tapi juga kita melindungi dari produk yang kualitasnya rendah. Sekarang ini kita sedang mentertibkan perizinan yang sudah dikeluarkan terhadap pelaku usaha bidang impor,” papar Rachmat.

Menurut dia, selama ini tidak ada penertiban terhadap importir. “Kami kerjasama dengan asosiasi importir dalam penertiban ini, dan kalau ada asosiasi importir tidak mengaku memasukkan barang tersebut, berarti ada barang ilegal masuk Indonesia,” papar Rachmat.

Ia menegaskan barang ilegal yang masuk ke Indonesia banyak sekali, karena kita negara kepulauan dan perlu ada sistem yang harus dirubah untuk mencegah masuknya barang ilegal.

(johara/sir)

  • Mangap

    Di Razia saja pak. banyak tuh di senen dan juga di tempat lainnya

  • supeli

    kalo duit banyak ngomong juga gampang…kasian yg gak punya dong,,yang penting dicuci bersih kalo perlu pake air panas..itu baru komentar.

  • Senin Kliwon

    masuknya barang import ilegal diduga kerjasama dengan aparat terkait, perlu diadakan penertiban Pak bukan cuma dibuatkan Peraturan pelarangan saja, peraturan yg ada tanpa pengawasan dan penertiban cuman Macan Kertas saja tidak berdampak apa2.