Thursday, 20 September 2018

Puspayoga: Semiskin Itukah Bangsa Kita?

Menkop Miris Masih Ada Impor Baju Bekas

Minggu, 1 Februari 2015 — 11:37 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengaku miris dan prihatin, karena masih ada impor baju bekas.

“Saya miris. Saya prihatin, baju bekas saja masih impor. Semiskin itukah bangsa kita hingga  mengimpor baju bekas,” kata Puspayoga, Sabtu (31/1).

Kalau impor baju bekas ini dibiarkan, ia khawatir bakal memukul usaha kecil menengah yang bergerak di sektor garmen. Produksi garmen UKM bisa menurun.

Namun, ia mengemukakan tidak mengetahui secara rinci berapa besar impor baju bekas tersebut masuk. “Saya baru diberitahu Pak Mendag soal impor baju bekas ini,” tandasnya.

Karena itu, pihaknya akan mengkaji bersama dengan Menteri Perdagangan untuk mengambil langkah-langkah. “Kalau yang baru masih masuk akal, ini bekas. UKM harus dilindungi,” paparnya.

SWASEMBADA PANGAN
Selain impor baju bekas, ia juga menyinggung soal swasembada pangan pada 2017. Menurut menteri, program swasembada pangan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Kalau ekonomi masyarakat meningkat, pertumbuhan ekonomi pasti meningkat,” terangnya.

Sehingga membuka lapangan kerja baru. Pada akhirnya tingkat pengangguran turun dan kemiskinan juga turun.
Karena itu, Presiden menargetkan swasembada pangan. Apalagi melihat realita, semua komoditas masih impor seperti beras, kedelai, jagung, susu dan sebagainya.

Setiap tahun, Indonesia impor beras hampir 2,75 juta ton. Demikian juga kedele sebagian besar impor. Dari kebutuhan 3,3 juta, kemampuan produksi kedele di dalam negeri hanya 800 ribu ton.

Selanjutnya, produksi susu di dalam negeri setahun hanya  1,15 juta liter, sementara kebutuhan enam juta liter. “Kalau semua impor, devisa kita pasti terkuras dan pertumbuhan ekonomi sangat berat,” jelas Puspayoga. (setiawan/rf)