Tuesday, 18 September 2018

Menkes Canangkan Komitmen Penanggulangan Kanker

Rabu, 4 Februari 2015 — 10:04 WIB

JAKARTA (Pos Kota)- Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mencanangkan Komitmen Penanggulangan Kanker Indonesia, Rabu (4/2).

Pencanangan tersebut dilakukan bersama-sama dengan ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN), perwakilan dari organisasi profesi, Yayasan Kanker Indonesia dan lainnya.

Peluncuran komitmen tersebut sekaligus dilakukan bersamaan dengan peluncuran website kanker.kemkes.go.id yang berisi data kanker di Indonesia dan akan dikelola oleh KPKN.

“Saya minta semua jajaran kesehatan, masyarakat dan stakeholders lainnya untuk mendukung penguatan komitmen kegiatan penanggulangan kanker ini dengan memberikan perhatian khusus sesuai bidang masing-masing,” jelas Menkes.

Adapun isi komitmen penguatan kegiatan penanggulangan kanker tersebut meliputi menjadiklan kanker sebagai salah satu prioritas masalah kesehatan nasional, bersatu dan bekerjasama dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan kanker, meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat tentang kanker dan pola hidup sehat, merencanakan dan mengimplementasikan program kerja secara paripurna serta mendorong terbentuknya regulasi publik yang mendukung hidup sehat hindari kanker.

Diakui Menkes permasalahan kanker di Indonesia cukup besar. Setiap tahun diperkirakan 12 juta orang didunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia.

Diperkirakan pada 2030 kejadian tersebut dapat mencapai hingga 26 juta orang dan 17 juta diantaranya meninggal akibat kanker dan peningkatan lebih cepat terjadi di negara miskin dan berkembang.

Laporan Global Burden Cancer 2012 memperkirakan insidens kanker di Indonesia sebesar 134 per 100 ribu penduduk. Estimasi ini tidak jauh berbeda dengan hasil Riskesdas 2013 yang mendapatkan prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1000 penduduk.
WHO menyatakan bahwa 43 persen kanker dapat dicegah. Kanker sebenarnya dapat dikatakan sebagai penyakit gaya hidup karena dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan menjauhkan dori dari faktor risiko terserang kanker.

Adapun faktor resiko kanker antara lain kebiasaan merokok, menjadi perokok pasif, kebiasaan minum alkohol, kegemukan, pola makan yang tidak sehat, perempuan yang tidak menyusui dan perempuan melahirkan diatas usia 35 tahun.

Menurut Menkes jika kita menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat maka risiko atau kemungkinan untuk terserang kanker akan berkurang. Perilaku yang dimaksud misalnya melakukan aktifitas secara benar, teratur dan terukur, makan makanan bergizi dengan pola seimbang, cukup sayur dan buah, mengelola stres dengan tepat dan benar.

(inung/sir)