Wednesday, 26 September 2018

Menkop: Atasi Masalah dengan Berpikir Inklusif

Minggu, 8 Februari 2015 — 18:58 WIB
Menkop dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. (setiawan)

Menkop dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. (setiawan)

JAKARTA (Pos Kota) – Agar bisa menyelesaikan masalah koperasi dan usaha kecil menengah, Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga mengaku harus berpikir inklusif, jangan berpikir eksklusif apalagi ego sektoral.

“Persoalan koperasi dan UKM sangat kompleks. Kalau berpikir eksklusif, masalahnya tidak akan beres,” kata Puspayoga, Minggu (8/2).

Karenanya, ia akan menyambangi menteri lain atau pihak lain untuk bekerja sama. Misalnya dengan Menteri Perdagangan (Mendag).

Hal sama berlaku untuk kemudahan izin bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Selain menyambangi Mendag, ia juga akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Bahkan dengan pengurus Ikatan Notaris Indonesia (INI) sehingga pelaku usaha mikro dan kecil yang ingin mendirikan koperasi bisa digratiskan dalam pembuatan akte.

“Jadi dengan berpikir inklusif,” lanjut mantan Wakil Gubernur Bali ini, “satu per satu masalah yang dihadapi koperasi dan UKM bisa diselesaikan bila tak inklusif.” (setiawan)