Monday, 12 November 2018

Bila Ayah Tiri Menjelma Menjadi “Pemborong”

Rabu, 11 Februari 2015 — 6:03 WIB
Dia 11 Feb

BIARPUN bukan anggota Gapensi (asosiasi pemborong), Awaludin, 46, layak disebut pemborong. Soalnya, sudah mau sama emaknya, masih doyan juga pada anak tirinya. Dalam sebuah kesempatan, ibu dan anak itu “diborong” semuanya. Tapi ketika ketahuan istrinya, Ratnida, 40, Awaludin langsung kabur.

Janda punya anak menikah lagi, sering menimbulkan problem tersendiri. Yang lazim, anak tidak bisa menerima kehadiran ayah tiri, karena dianggap merebut kebahagiaan milik ayah mereka. Paling fatal adalah, jika anak tiri menolak lantaran ayah sambungan itu celamitan. Sudah menikah dengan ibunya, tapi masih demen lirak-lirik kepada anak gadisnya yang menjelang dewasa.

Salah satunya adalah Awaludin, warga Palembang (Sumsel). Iswanti, 17, memusuhi ayah tirinya, karena selalu berusaha untuk menggauli. Tentu saja si gadis menolak. Di samping menghormati perasaan ibunya, lelaki di Palembang stoknya masih banyak sampai Lebaran nanti. Jadi buat apa kawin dengan lekaki bangkotan yang lebih pantas jadi ayahnya itu.

Ratnida – Awaludin menikah sekitar 5 tahun lalu. Tapi dari kerjasama nirlaba itu sama sekali tak menghasilkan momongan. Padahal yang namanya orang berumahtangga, kan kepengin ada keturunan yang bisa meneruskan dinasti. Tapi ya begitulah, meski sering begituan sebagaimana layaknya suami istri, Ny. Ratnida tetap tidak juga kunjung hamil. Lama-lama Awaludin jadi jenuh.

Iswanti si anak tiri yang 5 tahun lalu masih nampak imut-imut, kini bodinya sungguh amit-amit, seksi menggiurkan. Setiap melihat anak tirinya, pikiran Awaludin jadi ngeres seperti pasir urug. Pengin sekali dia bisa mencicipi tubuh mulus anak tiri yang nampak sekel nan cemekel. Saking ngebetnya, belum lama ini dia sempat mendeklarasikan cintanya. “Kita menikah atau kawin lari saja yuk.” Bujuk Awaludin.

Iswanti menolak mentah-mentah hasrat ayah tirinya itu. Masak harus menikah dengan suami ibunya, memangnya pakai hokum ayam? Sejak itu dia jadi memusuhi dan menjaga jarak pada ayah tirinya. Jelas Awaludin ini lelaki “tejo-tejoan”, masak ibu dan anak mau “diborong” jadi istri semua. Nggaklah, memangnya stok lelaki di Palembang sudah menipis?

Tapi rupanya Awaludin sudah sangat ngebet sekali. Maka saat anak tiri itu pulang sekolah, pas ganti baju seragamnya di kamar langsung saja disergap. Gadis cantik itu dihempaskan ke ranjang dan ditindih. Tentu saja gadis itu meronta-ronta sambil minta tolong ibunya yang ada di dapur.

Ny. Ratnida sungguh tak percaya pada pemandangan di depan matanya. Dia melihat putrinya nyaris telanjang karena hendak diperkaos oleh suaminya. “Kamu sudah seperti binatang!” maki Ratnida. Awaludin pun bangkit membetulkan celananya dan langsung kabur entah ke mana.

Ratnida membawa putrinya ke Polres Palembang. Kondisi Iswanti masih aman, belum sempat mencetak 1-0. Gara-gara persoalan ini, Ratnida ingin bercerai saja dari Awaludin. Menikah lagi untuk mencari kebahagiaan, kok malah makan hati.

Kalau ketangkep, Awaludin harus siap dikandangi. (Gunarso TS)

  • Rames

    Awaludin maenya kasar banget, mestinya pakai cara yang lebih halus doong.
    Gagal total merawanin anak tiri