Monday, 27 May 2019

Mengapa Presiden Jokowi Terus Diam Seribu Bahasa?

Jumat, 13 Februari 2015 — 6:35 WIB

BARESKRIM Polri benar-benar all out dalam menghabisi KPK. Busyro Mukodas yang sudah mantan saja masih ditelateni, dikorek-korek dosanya. Kini teror juga menghantui penyidik KPK berikut keluarganya. Tapi Presiden Jokowi yang berjanji akan menyelesaikan kemelut Polri-KPK sepulang lawatan luar negeri, ternyata masih diam seribu bahasa, bagaikan “Reco Nggladag” di depan Kraton Surakarta. Sampai pemusik Hadad Alwi mengingatkan lewat lagunya: Jangan kau ragu Jokowi.

Pernahkah Anda ke Solo? Di tikungan Jalan Slamet Riyadi, tepatnya depan pintu gerbang  Alun-Alun Lor, terdapat dua arca Cingkarabala dan Balaupata yang lebih dikenal sebagai “Reco Nggladag”. Dia patung penjaga pintu gerbang Kraton. Dengan posisi setengah duduk, pegang gada di tangan kanannya, mereka dieeeem….. membisu tak peduli hiruk pikuknya lalulintas di Jalan Slamet Riyadi.

Presiden kita yang berasal juga dari Solo, maaf, kondisinya dewasa ini seperti itu. Dieeem membisu tanpa peduli, meski pertikaian Polri-KPK semakin panas. Ketika dilapori bahwa penyidik KPK dan keluarganya diteror, Presiden Jokowi hanya bersikap normatif sekali, “Tangkap pelakunya.” Padahal maunya rakyat, sebagaimana janjinya minggu lalu, akan diselesaikan sepulang dari luar negeri. Tapi nyatanya, hingga hari ini belum ada keputusan soal Komjen BG. Mau dicabut apa lanjuuuut?

Masukan Tim-9 sudah, pertimbangan Wantimpres juga sudah, Tim Independent pun sudah kasih masukan. Mau tunggu apa lagi Boss, godot? Apakah Presiden Jokowi sudah mendengar bahwa Busyro Mukodas yang sudah mantan KPK itu kini juga dilaporkan ke Bareskrim? Apakah masih takut putus hubungan dengan nyamuk (baca: PDIP), karena memang merasa sebagai petugas partai?

Saking tidak sabarnya lagi rakyat, sampai-sampai pemusik Hadad Alwi pun mempersembahkan lagu “Jangan kau ragu Jokowi” lewat Youtube. Melalui lagu itu ada pesan, presiden jangan ragu, rakyat ada di belakangmu. Tapi nampaknya presiden kita ini ikut-ikutan peragu seperti pendahulunya. Ibarat “Reco Nggladag” di tikungan Jalan Slamet Riyadi Solo, Presiden Jokowi masih dieeeem seribu bahasa. Ragu-ragu terus untuk bersikap: BG dicabut apa lanjut? – gunarso ts

  • www

    pak jokowi sudah memilih harusnya pak bg punya sikap mengundurkan diri jadi calon kapolri…mungkin

    • dot com

      Milih apa pak jokowi?? justru pak jokowi yg harus punya sikap, pak bg itu kan manut atasan.. justru atasannya ini bikin bingung semua orang… Presiden kok ga punya sikap berani memutuskan masalah..