Sunday, 16 June 2019

Cegah Leptospirosis, Warga Antre Dapatkan Cairan Pembasmi Kuman

Minggu, 15 Februari 2015 — 18:49 WIB
Warga Jakarta Utara antre untuk mendapat cairan pembasmi kuman. (wandi)

Warga Jakarta Utara antre untuk mendapat cairan pembasmi kuman. (wandi)

KOJA (Pos Kota) – Guna mengantisipasi berbagai penyakit packa banjir, terutama leptospirosis atau yang dikenal sebagai penyakit kecing tikus, aparat Kecamatan Koja membagikan cairan pembasmi kuman kepada warga RW 04 Tugu Selatan, Minggu (15/2). Warga pun rela antre untuk mendapatkannya.

Pembagian cairan pembasmi uman ini terutama diberikan pada warga yang kebanjiran antara 50 hingga 1,5 meter. Cairan itu bisa digunakan sebagai pamungkas setelah warga membersihkan rumah dan lingkungannya.

“Dengan cairan ini penyakit leptospirosis yang terbawa saat banjir bisa dibersihkan dengan cepat. Kami juga berharap dengan cara ini tidak akan ada lagi warga yang terkena wabah penyakit diakibatkan kecing tikus,” kata Camat Koja, Rahmat Effendi Lubis.

Menurut camat, selain dibagikan kepada warga, cairan pembunuh kuman juga disiram ke jalan lingkungan. Tujuannya agar rumah-rumah warga dan jalan yang terendam banjir bisa terbebas dari kuman penyakit.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Koja, Dr Lisbet Panjaitan, mengatakan pasca banjir penyakit yang sering ditemukan adalah leptospirosis. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi bakteri yang disebabkan oleh strain Leptospira.

“Penyakit ini sering ditularkan dari hewan ke manusia. Orang yang memiliki luka terbuka di kulit saat kontak dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi air kencing hewan- berbakteri dapat terjangkit leptospirosis,” ujarnya.

Selain melalui luka, penyakit leptospira juga dapat memasuki tubuh melalui mata atau selaput lendir. Selain tikus, hewan lain yang umum menularkan infeksi kepada manusia adalah musang, kerbau, sapi atau binatang lainnya. Untuk sebagian besar di Indonesia, penyakit ini ditularkan melalui kencing tikus.

“Salah satu upaya mencegahnya, pemerintah Kota membagikan cairan pembunuh kuman atau lisol yang bisa membunuh kuman pemyebab leptospirosis,” katanya. (wandi)