Tuesday, 30 May 2017

21 Penyidik KPK Terancam Jadi Tersangka Kasus Pemilikan Senjata Api

Selasa, 17 Februari 2015 — 20:53 WIB
Penyidik KPK

Penyidik KPK

JAKARTA (Pos Kota) – Bareskrim Mabes Polri  ancam pidanakan 21 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  jadi tersangka dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Polri akan menyita senpi dari tangan penyidik KPK.

Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Budi Waseso (Buwas), mengatakan pihaknya memastikan menyita senpi milik 21 penyidik. “Iya, pasti disita. Itu menyangkut alat bukti,” katanya.

Menurutnya Soal kapan disita, Buwas mengatakan‎ hal itu merupakan kewenangan penyidik. Namun Buwas ingin penyitaan senpi tersebut dilakukan dalam waktu dekat. “Nanti terserah penyidik. Saya sih maunya secepatnya, supaya masyarakat tahu itu benar atau tidak benar. Jadi kita bisa menjawab kepada masyarakat benar atau tidak benar. Jangan asumsi, terus katanya,” tuturnya.

‎Penyidik sendiri belum menetapkan status tersangka pada 21 penyidik KPK. Lalu kapan ditetapkan jadi tersangka?. “Jangan tanya saya. Bukan saya yang menangani, tapi penyidik. Saya pecaya anggota saya, penyidik hebat-hebat, tidak mungkin main-main,” tuturnya.

“Kalau buktinya sudah cukup terkait pekara penggunaan senjata api, ya pasti (tersangka). Saya kan sudah bilang, tidak serta merta jadi tersangka, ini kan baru dugaan ya,” kata Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso (Buwas), Selasa (17/2.

Menurut Budi Waseso, kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Pihaknya kini masih menelusuri‎.”Belinya benar. Tapi kepemilikan dan penggunaannya tidak benar. Di kala barang legal penggunaannya tidak benar, jadi illegal. Izinnya tidak diperpanjang. Terakhir ada yang tahun 2012. Tapi rata-rata 2011 sudah mati,” ujarnya

Penyidik itu dahulu polisi namun kemudian beralih menjadi penyidik KPK. “Jelas salah sudah menguasai senjata illegal, UU darurat, ancaman 12 tahun,”‎ terang Komjen Buwas.

Ada yang sejak 2011 dan ada yang sejak 2012. Saat ditanya jika penyidik KPK ingin memperpanjang izin, Buwas hanya menjawab singkat.  “Memperpanjang boleh, tapi bukan berarti menggugurkan pelanggaran itu kan,” pungkasnya.

Diakui oleh Abrahan Samad, bahwa selain pimpinan KPK yang dijadikan tersangka, ternyata beberapa penyidik juga sedang dibidik oleh polisi. Salah satunya adalah Novel Baswedan. Penyidik yang juga mantan polisi ini akan diperiksa Jumat 20 Februari.

Novel adalah penyidik yang menangkap Irjen Polda Joko Susilo yang terlibat korupsi Simulator SIM dan telah dijatuhi hukuman.

“Ya kalau seluruh penyidiknya dijadikan tesangka dan pimpinan tersangka maka sudah dipastikan KPK akan lumpuh,”ujar Abraham. (julian/adji)

  • adam bahtiar, spd

    Kpk, lakukan ajukan prapengadilan pn jaksel, usahakan ke pak. Sarfin biar kedudukan imbang 1 – 1, hebat. Pak, Sarfin, pertimbangkan jadi ketua ma

  • Ji’ih

    Makin seruu…ini yg namanya ,,Loe jual..gue Beli..! akhirnya senjata makan tuan ! ,,weleh..weleh..weleh..

  • Idhu Geni

    berarti Bagian Umum/Logistik yg teledor-gak sadar bhw pengpin para Penyidik itu kedaluwarsa…mosok masing2 pemegang senpi ngurus sendiri2 pengpin ya..harusnya kan kolektif sekalian dgn psychotestnya…

  • kansa

    ini kasus sama dengan kasus dewi persik dan jupe,jupe kelur dewi persik pun masuk….hahahahahah.LALU siapa yg benar dan siapa yg salah?