Sunday, 18 November 2018

Ratusan Prajurit TNI dan Warga Bersihkan Ciliwung

Sabtu, 21 Februari 2015 — 21:13 WIB
‎Dandim 0502 JU, Letkol Arm Stevie Jantje Nuhujana, bersama pelajar dan masyarakat membersihkan aliran Kali Ciliwung.

‎Dandim 0502 JU, Letkol Arm Stevie Jantje Nuhujana, bersama pelajar dan masyarakat membersihkan aliran Kali Ciliwung.

PENJARINGAN (Pos Kota) – Ratusan prajurit TNI, bersama Muspiko, pelajar SMA, SMP dan warga sekitar membersihkan aliran Kali Ciliwung  depan Hutan Taman Kota Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (21/2). Menggunakan 10 perahu karet mereka menyisir aliran kali mengangkat sampah yang tersangkut mau pun hanyut sepanjang 3,5 KM.

Dandim 0502 JU, Letkol Arm Stevie Jantje Nuhujanan, mengatakan pembersihan Kali Ciliwung bagian dari wujud TNI untuk ikut dalam kegiatan Pemprov DKI dalam mendukung gerakan hari sampah nasional. Dalam kesempatan itu, pihaknya melibatkan pelajar SMA se-Jakarta Utara sehingga bisa menumbuhkembangkan kepedulian terhadap lingkungan alam. “Kegiatan ini agar Kali Ciliwung bersih, indah, sehat, dan dapat menjadi obyek ekowisata,” kata Stevie.

Stevie menjelaskan pembersihan Kali Ciliwung di bagian hilir akan dilangsungkan dalam kurun waktu satu tahun dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama yakni‎ pengangkatan sampah dari Kali Ciliwung dan menyediakan tong/gerobak bagi masyarakat sekitar kali. Tahap kedua,  normalisasi Kali menggunakan alat berat seperti Excavator. “Tahap ketiga dan keempat  dengan membangun jogging track, pembangunan jembatan gantung di atas kali, pengadaan jaring apung, dan pengadaan musholla,” lanjutnya.

Siswa SMAN 45 Kelapa Gading Timur, Faisal Muhhamad, 15 mengatakan program pembersihan kali dan lingkungan sangat baik untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Untuk menjaga kebersihan kita mulai dari lingkungan terkecil, misalnya membantu membersihkan rumah, ‎kemudian berlanjut ke lingkungan sekolah dan lingkungan kita beraktifitas sehari-hari,” ujar Faisal.

Faisal yang di sekolah aktif menjadi pengurus OSIS mengaku setiap hari Rabu dan Jumat, seluruh teman-temannya bersama dirinya selalu menjalankan operasi semut. “Jadi itu semacam hari deklarasi bersih, setiap ada sampah yang tercecer, baik disudut ruangan manapun, siswa yang melihat harus langsung membuang sampah pada tempatnya,” lanjut Faisal. (ilham)