Monday, 24 September 2018

Pak Guru Buaya Darat, Istri Dibikin Tercekat

Minggu, 22 Februari 2015 — 6:33 WIB

BUAYA kroncong banyak penggemarnya. Buaya darat justru dibenci setiap wanita, termasuk Ny.  Lamaris, 35, dari Tapanuli Tengah (Sumut). Betapa tercekat hati ibu muda ini, karena memergoki  adegan Martinus, 43, suaminya bersetubuh dengan WIL-nya di HP.  Rumah tangga binaan 11 tahun lalu itu nyaris bubar.

Orang yang gemar musik kroncong dan piawai memainkannya, biasa disebut buaya kroncong. Tapi jika lelaki gemar memainkan perempuan untuk mengeksploitir seks, itu biasa disebut buaya darat. Mengapa disebut demikian? Sebab buaya yang hidup di kali tidak bisa main perempuan. Sebaliknya buaya yang bisa naik motor,  gonta-ganti pasangan dalam hal melampiaskan syahwat itu dianggap hal biasa.

Ny. Lamaris dari sebuah desa di Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah, terpaksa menilai suaminya, Martinus, bak buaya darat. Sebab rumahtangganya yang dibangun sejak 11 tahun lalu, banyak memiliki catatan buruk, karena Martinus yang jadi guru di SMK Negeri ini doyan main perempuan. Rumahtangganya tak pernah akur, karena sebentar-sebentar cekcok urusan perempuan idaman lain (WIL).

Meski guru kini sudah memperoleh tunjangan sertifikasi, ekonomi keluarga Martinus selalu kekurangan. Sebab gaji miliknya tak pernah utuh sampai ke rumah. Uang itu selalu habis untuk mendanai para WIL yang siap dikangkangi Martinus. Paling sadis, yang namanya gaji suami berapa sebulan, Lamaris sama sekali tak pernah tahu. Sebulan hanya diberi Rp 500.000,- sehingga dana talangan selalu diberikan orangtuanya.

Awalnya Lamaris menganggap suaminya lelaki paling jujur dan setia se Sumatera Utara. Tapi sekali waktu dia memeroki  gambar lelaki perempuan bersetubuh di HP suaminya. Begitu dicermati, ternyata lelakinya justru suaminya sendiri. Sedangkan perempuannya, adalah wanita yang sering menghubungi suami lewat HP itu juga.

Pernah dia klarifikasi tentang gambar jorok itu pada suaminya. Tapi Martinus mengaku bahwa itu hanya gambar yang diunduh dari internet. Lelakinya ditegaskan, bukan dirinya. Tapi Lamaris mana percaya, sebab lelaki dalam gambar itu punggungnya juga terdapat bekas luka sebagaimana suaminya. Apa semua lelaki punya ciri khas sedemkian rupa?

Karena suaminya tetap tidak mengakui keculasannya, Lamaris pernah sampai mau bunuh diri dengan minum racun serangga. Untung tetangga berhasil menyelamatkan dan membawanya ke rumah sakit. Karena ulah suaminya tersebut, Lamaris pernah mengadukan hal ini ke Dinas Pendidikan Kab. Tapteng, sayangnya tak ada tindakan nyata bagi Martinus. Meski ada sejumlah anak, kini Lamaris ingin menggugat cerai.

Bersatu kita teguh, bercerai ……kawin lagi. (JPNN/Gunarso TS)