Wednesday, 20 September 2017

Termasuk Dua WN Australia

Jaksa Agung Pastikan Eksekusi Mati Tetap Dilaksanakan

Senin, 23 Februari 2015 — 20:56 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung tidak pernah menunda eksekusi mati terpidana perkara narkoba, Bali Nine Dkk,  karena tekanan pihak asing, kecuali untuk terpidana perempuan yang hamil atau yang berusia dibawah 18 tahun.

“Kalau ada penundaan eksekusi mati, dikarenakan ada hal-hal teknis yang harus disempurnakan, agar eksekusi di Nusakambangan berjalan sesuai ketentuan perundangan,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo, di Kejagung, Senin (23/2) sore.

Dia menegaskan Kejagung bersikukuh melaksanakan eksekuasi mati tahap kedua, karena sudah ditolak grasinya dan pemerintah sudah menetapkan Indonesia dalam daiurat narkoba.

“Pemerintah sudah berkomitmen mengeksekusi bagi  terpidana mati, yang sudah ditolak grasinya. Jadi, meski Pemerintah Australia minta eksekusi anggota Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, tapi tetap tidak menyurutkan langkah eksekusi mati,” tegas Prasetyo.

Menurut Prasetyo, upaya Australia melobi Indonesia adalah bagian dari diplomasi, tapi Pemerintah Indonesua tetap menjalankan penegakkan hukum sesuai ketentuan perundangan.

“Itu bagian diplomasi luar negeri ke kita. Tetapi, penegakkan hukum tetap harus kita jalankan. Jadi kalau pun ada tekanan, kita tetap jalan terus, tidak ada masalah,” jelas Prasetyo.

Meski demikian, dia belum dapat memberikan kepastian kapan eksekusi dilaksanakani. “Kita lihat nanti. Kalau memang Maret semua persiapannya selesai, maka akan kita laksanakan,” ujarnya.

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sampai kini masih berada di Lapas Kerobogan Denpasar Bali. Padahal, sesuai ketentuan tiga hari sebelum eksekusi, terpidana sudah dipindahkan ke tempat eksekusi di Nusakambangan.

Selain, kedua anggota Bali Nine, masih terdapat delapan terpidana mati asal manca negara yang dieksekusi, seperti Filipina, Nigeria, Brasil dan Perancis. Satu diantaranya warga negara Indonesia, yakni Zainal Abidin. (ahi)