Thursday, 23 November 2017

Pemerintah Dimina Tidak Intervensi PPP

Kubu Djan Faridz Yakin Menang

Selasa, 24 Februari 2015 — 23:14 WIB
Djan Faridz

Djan Faridz

JAKARTA (Pos Kota) – Pengurus PPP kubu versi Ketua Umum Djan Faridz optimistis pihaknya memenangkan gugatan dualisme kepengurusan PPP di  Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang diputuskan Rabu (25/2) ini. Keyakinan tersebut dilandasi kematangan PPP dalam berorganisasi dan mengatasi konflik.

“Namun, kami khawatir, ada intervensi pemerintah dalam konflik internal PPP dikhawatirkan akan menimbulkan kegaduhan politik yang berkepanjangan,” kata Wakil Ketum PPP Muktamar Jakarta Fernita Darwis (dari kubu Djan Faridz), dalam diskusi “Intervensi Pemerintah dalam Konflik Partai” di DPR, Selasa (24/2).

Sebaliknya, ia beharap, pemerintah bisa menyelesaikan kegaduhan politik.  Kegaduhan politik dewasa ini, sengaja dilakukan oleh pemerintah khususnya kisruh dalam PPP, karena PPP dianggap lawan politik pemerintah sekarang.

“Saya minta pemerintah tidak mengintervensi PPP dengan mendukung kelompok Romy cs. PPP Muktamar Jakarta 99 persen yakni akan memenangkan PTUN,” ugkapnya.

“Karena itu jika menang, tapi tak disahkan oleh Menkumham dikhawatirkan akan menimbulkan kegaduhan politik, ” ujarnya.

Fernita menyatakan pihaknya merasa terganggu atas kehadiran Wapres Jusuf Kalla yang menutup Mukernas PPP I  hasil Muktamar Surabaya (versi Rommahurmuzy) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (19/2).

“Di saat proses islah masih berlangsung Pak JK terkesan memberi dukungan kepada kubu Romi. Kita jadi terganggu dengan kehadiran JK di Mukernas Romi,” kata Fernita. (winoto)