Friday, 16 November 2018

Kejaksaan Agung Belum Berani Eksekusi Indosat

Rabu, 25 Februari 2015 — 20:39 WIB
Indosat

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung sibuk memperisiapkan eksekusi mati 10 terpidana, sebaliknya eksekusi perkara Indosat yang sudah inkrach dan bahkan sudah diterima salinan putusan sampai kini belum dieksekusi.

Padahal, eksekusi perkara korupsi penyalahgunaan jaringan frekuensi radio 3 G, yang menyangkut uang yang sangat besar, yakni Rp1,3 triliun. Terpidananya Indra Atmanto (mantan Dirut PT Indosat Mega Media-anak usaha PT Indosat) sudah dieksekusi di Lapas Sukamiskin, Bandung guna menjalani putusan selama delapan tahun, sekitar tiga bulan lalu.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Agung, R Widyopramono uang ditemui di Gedung Bundar, Kejagung  beralasan dalam melakukan eksekusi, jaksa eksekutor harus bertindak secara hati-hati dan memperhatikan faktor-faktor lain sehingga saat dilakukan eksekusi tidak menimbulkan masalah kedepannya.

“Indosat itu, kita tunggu perkembangan lebih lanjut dari upaya-upaya tim jaksa eksekusi terhadap masukan-masukan yang ada. Jadi jaksa itu musti hati-hati di dalam eksekusi,” jelasnya,  di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (25/2).

Widyo melanjutkan kenapa eksekusi Indosat belum dapat dieksekusi, karena dua putusan yang berbeda soal eksekusi tersebut dan hal itu menjadi penyebab jaksa elksekutor harus menunggu terlebih dahulu dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Ada dua putusan mengenai hal itu, mana yang mau dipakai, mana yang dipertimbangkan? Itu yang perlu dikaji lebih dalam,” terangnya.

Dua putusan tersebut, yakni putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan PT Indosat Mega Media (IM2) Tbk anak usaha PT Indosat Tbk bersalah dan membayar uang pengganti sebesar Rp1,3 triliun.

Sedangkan, putusan  Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menyatakan  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak berwenang audit PT Indosat Tbk, karena Indosat adalah perusahan swasta.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman prihatin atas lambannya eksekusi putusan MA. Padahal, salinan putusan sudah diterima sejak tiga bulan lalu.
“Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah tegas menyatakan, dasar eksekusi, bila tim eksekutor sudah memiliki salinan putusan,” jelasnya, secara terpisah.

KORPORASI

Selain Indar Atmanto, Kejagung juga telah menetapkan dua korporasi sebagai tersangka, yakni PT IM2 dan PT Indosat. Serta dua mantan Dirut PT Indosat, yaitu Hari Sasongko dan Johnny Swandy Sjam sebagai tersangka.

Anehnya, sampai kini berkas empat tersangka tersebut belum diajukan ke pengadilan, meski sudah memiliki payung hukum. Payung hukum dimaksud, adalah putusan MA yang menghukum Indar Atmanto.

Mereka juga sampai kini tidak dikenakan status penahanan. Bahkan pencegahan berpergian ke luar negeri. Kasus ini disidik sejak 2012. (ahi/d)

  • Celline Cellinee

    Semoga masalah Indosat ga terus berkepanjangan ya

  • Martin Abednego

    makin cepat selesai, makin baik