Saturday, 20 October 2018

Pencurian Pasir di Pulau Seribu Resahkan Warga

Sabtu, 28 Februari 2015 — 11:08 WIB
Foto: Kapal tongkang yang diduga melakukan penyedotan air di kawasan perairan Kepulauan Seribu. (Wandi)

Foto: Kapal tongkang yang diduga melakukan penyedotan air di kawasan perairan Kepulauan Seribu. (Wandi)

PULAU SERIBU (Pos Kota) – Aksi pencurian pasir laut di perairan Kepulauan Seribu semakin marak. Kondisi ini tentu sangat dikhawatirkan warga yang ada di wilayah tersebut. Mereka minta kepada Pemerintah Kabupatan Kepulauan Seribu, untuk mengambil tidakan agar para pelakunya jera.

Maraknya aksi pencurian pasir laut ini diakui oleh Bupati Kepulauan Seribu, Tri Djoko Margianto.  Atas kondisi ini pihaknya berencana melaporkan kapal berinisial CC berbendera Luxemburg, Jerman tersebut ke polisi.

“Kami menduga selama setahun belakangan, kapal tersebut melakukan pencurian pasir di wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Makanya saya akan melaporkan kepada pihak kepolisian agar kapal tersebut ditindak tegas,” kata bupati.

Diungkapkan bupati, pencurian pasir di wilayah Kepulauan Seribu terjadi seperti di perairan Pulau Lancang dan Pulau Pari, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Bahkan, pencuri pasir itu juga diduga mengeruk gundukan Pasir Perawan seluas 1 hektar di sebelah Utara Pulau Pari sehingga sekarang tidak tampak lagi.

“Kami juga kerap mendapat aduan dari masyarakat Pulau Lancang dan Pari, kalau adasejumlah kapal yang kerap melintas. Bahkan mereka juga mengaku jaring ikan mereka juga sering rusak karena diduga tersedot kapal yang sedang mengambil pasir dari bawah laut,” ujarnya, kemarin.

Bupati juga mengaku pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan penelusuran atas laporan warga tersebut hingga ke sekitar perairan Pantai Indak Kapuk (PIK). Dari hasil penelurusan kuat dugaan memang terjadi pencurian pasir.

“Saya juga sudah lapor kasus pencurian ini ke Pak Gubernur. Secepatnya kita akan buat ke laporan kasus ini ke Polda Metro jaya, sebab kalau dibiarkan dapat menyebabkan abrasi di pulau,” tandasnya. (wandi/yo)