Wednesday, 26 September 2018

Meriah, Lomba Kicau Burung di Lapangan Banteng

Minggu, 1 Maret 2015 — 14:41 WIB
Foto-Suasana meriah lomba burung kicau di Lapangan Banteng. (Joko)

Foto-Suasana meriah lomba burung kicau di Lapangan Banteng. (Joko)

SAWAHBESAR (Pos Kota) – Dalam rangka merayakan tahub baru Imlek, ribuan komunitas pecinta burung kicau dari segala penjuru Tanah Air, tumplek-blek di Lapangan Banteng, Sawahbesar, Jakpus, Minggu (1/3). Mereka merayakan sincia sambil mengikuti lomba dan pameran burung berkicau tingkat nasional tahun 2015.

Ribuan kicau mania yang hadir di Lapangan Banteng tersebut memeriahkan lomba kicau aneka burung seperti love bird, muraibatu, kacer, pleci, branjangan, cucakjenggot, kolibri, cucak ijo, kenari, anis, pentet, dan ciblek.

“Kami jauh-jauh datang ke sini untuk menyemarakkan lomba sekaligus bersilaturahmi dengan sesama komunitas pecinta burung di Indonesia,” ujar Rahadian, anggota kicau mania dari Bengkulu.

Para peserta lomba maupun penonton tampak asyik mengikuti kegiatan yang digelar Garuda Team 268 bersama Angkatan 45. Namun sejumlah undangan kecewa karena Gubernur Ahok yang dijadualkan membuka lomba tersebut berhalangan hadir.

Akhirnya lomba dibuka oleh Ketua Dewan Harian DKI Jakarta Angkatan 45 Mayjen TNI (Purn) Amir Matata. “Mungkin Pak Ahok masih sibuk berurusan dengan DPRD maupun KPK,” kata Ketua Panitia Edy Edward yang juga Ketua Garuda Team 268 Kemayoran.

“Bertepatan dengan perayaan tahun baru China, kami menyelenggarakan lomba burung kicau yang diikuti komunitas dari berbagai daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan lainnya,” kata Edy Edward menambahkan lomba yang memperebutkan Imlek Cup diikuti lebih dari 1.000 peserta yang terdiri dari 31 kelas.

Tiap kelas, masing-masing peserta membayar uang pendaftaran dari Rp 50 ribu sampai Rp 1 juta. Sebagian besar uang tersebut digunakan untuk menutup biaya operasional termasuk buat hadiah total uang tunai seratusan juta rupiah, termasuk doorprize sepeda motor, LCD TV, dan sangkar. “Lomba ini bukan mencari untung, melainkan meningkatkan silaturahmi dan melestarikan hobi cinta burung,” kata Edy.

(joko/sir)