Monday, 25 June 2018

Belasan Rumah dan Vihara di Petak Sembilan Terbakar

Senin, 2 Maret 2015 — 8:12 WIB
Api membubung dari rumah dan vihara yang terbakar di Petak Sembilan, Jakarta Barat (foto tmc)

Api membubung dari rumah dan vihara yang terbakar di Petak Sembilan, Jakarta Barat (foto tmc)

TAMANSARI (Pos Kota) – Sejumlah rumah dan satu vihara di Petak Sembilan , Glodok, Jakarta Barat, Senin (2/3) subuh terbakar. Hingga berita diturunkan masih terdapat kobaran api.

Kebakaran yang memporak-porandakan rumah dan Vihara Dharma Bhakti diketahui sekira Pk 03:40. Puluhan mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi melewati Jalan Kemenangan RT02/02 Kel. Glodok, Jakarta Barat, agak kesulitan karena banyak warga sibuk menyelamatkan mobil mereka yang akan diamankan ke Jalan Gajah Mada dan Toko Tiga Glodok.

Henky Halim SH, salah satui pengurus Yayasan Vihara Dharma Bakti Petak Sembilan yang dihubungi via telepon selularnya Senin pagi membenarkan vihara yang pada waktu perayaan Imlek banyak dikunjungi ribuan umat Budha itu musnah dilalap api.

Henky mengatakan, pada malam perayaan Imlek lalu diakui pernah terjadi korsleting listrik sekitar Pk 18:00, tapi dapat diatasi.

Kebakaran menimpa sejumlah rumah dan vihara berusia ratusan tahun itu masih dalam penanganan petugas pemadam kebakaran. Sementara puluhan petugas Polsek Metro Tamansari masih berjaga-jaga mengamankan lokasi untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan . (Warto)

  • ya

    MEMBANGUN KEHIDUPAN

    “Aku tersenyum kepada mereka, ketika mereka putus asa, dan seri mukaku tidak dapat disuramkan mereka.”

    Ayub 29:24

     

    Senin, 2 maret 2015

    Bacaan : Ayub 29 : 1 – 25

     

     
    Seorang yang hidup miskin suatu kali bertanya kepada seorang bijak, “Mengapa hidupku begitu malang ?” “Karena engkau tidak pernah belajar untuk memberi kepada orang lain,” jawab si orang bijak. Orang itu segera menjawab, “Uang saja aku tidak punya, bagaimana aku bisa memberi kepada sesama ?” “Seseorang yang walaupun tidak mempunyai cukup uang untuk diberikan, masih tetap bisa memberi sesuatu seperti senyuman. Wajah yang gembira bukan saja menyenangkan bagi diri sendiri tapi orang lain juga. Lalu kamu bisa memberi tutur bahasa yang baik. Terlalu sering orang hanya bisa mengecam, mengeluh dan mengkritik. Kemudian, berilah sorotan mata yang tulus. Sebab, pandangan yang sinis, yang meremehkan, tidak menghasilkan kebaikan,” orang bijak menjelaskan panjang lebar.

    Ya, ketika menyebut kata ‘memberi’ kebanyakan kita selalu tertuju kepada uang. Padahal berbicara tentang memberi tidak melulu soal materi. Itu bisa berupa teladan positif, niat tulus, waktu untuk mendengarkan curahan hati teman, tenaga untuk membantu, perhatian, dan masih banyak lagi tentunya. Mari pikirkan, apakah hari-hari ini kita merasa begitu ‘miskin’ ? Kita tidak mempunyai banyak teman, kita mengalami krisis sukacita, kita tidak memiliki kepercayaan diri yang sehat. Jika ya, lihatlah kembali ke dalam diri sendiri. Barangkali ‘kemiskinan’ tersebut akibat dari rasa egois yang kita punya. Kita tidak mau memberi apa pun dari hidup kita, padahal kita mampu melakukannya.

    Pro & Biz, Winston Churchill, perdana menteri Inggris pernah berkata, “Kita bisa hidup dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita membangun kehidupan dengan apa yang kita berikan.” Mari bangun kehidupan yang benar, yang sesuai kehendak Tuhan dengan memberi hal-hal positif yang kita miliki, senyuman yang menghibur, perkataan yang membangun, sorot mata yang mendukung, dan seterusnya. Niscaya, kita tidak akan pernah merasa ‘miskin’ lagi, sebaliknya kita ‘kaya’ dalam segala hal. Sebab, Kristus telah memperkaya hidup kita. (IS)

    MEMBERI TAK MELULU SOAL MATERI

    ITU BISA BERARTI SENYUM YANG PENUH ARTI

  • gue

    yang komen sebelum gw ga jelas…. moga2 sj ga ada korban jiwa gara2 kebakaran. otaknya warga cuma nyelamatin harta bukan nya bantu padamin sebelum Petugas datang.

  • sarah lubis

    Sbelumnya maaf … tolong lah anda jgn menulis komen alkitab…saya juga seorang muslim bukan budha…tapi hargai lah sesama umat beragama…karna agama budha pun tidak pernah menggangu agama lain…jadi anda jangan menyulut api menbuat terjadi kesalah pahaman beragama …karna indonesia itu menpunyai 5 agama dan bebas memilih ….jadi tolong saling mebghargai…klu agama anda juga mau dihargai