Monday, 26 August 2019

Pengguna Narkoba di Jakarta Terus Meningkat

Senin, 2 Maret 2015 — 8:57 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Genderang perang terhadap pemberatasan narkoba di Jakarta ternyata tidak membuat ibukota bersih dari peredaran barang haram tersebut. Terbukti bukan malah menurun, setiap tahun jumlah pemadat terus meningkat.

Bahkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) melansir, Jakarta menempati posisi teratas dalam hal jumlah pengguna narkoba. Tercatat  650 ribu warganya menggunakan barang haram tersebut. Hal tersebut tak ayal membuat gelisah, Wakil Gubernur DKI, Djarot Syaiful Hidayat. Iapun berharap agar pihak berwenang dapat melakukan pencegahan sejak awal. Caranya dengan memotong mata rantai peredaran narkoba. Karena bukan tidak mungkin di Jakarta juga terdapat produksi narkoba.

“Pokoknya bukan hanya rehab, tapi bagaimana memerangi narkoba.  Jakarta bukan hanya sekedar tempat transit dan distribusi, tetapi tidak menutup kemungkinan produksi juga ada di Jakarta,” tegas Djarot, kemarin.

Lebih lanjut mantan Walikota Blitar ini mengaku tidak heran jika Jakarta menjadi kota dengan jumlah pengguna narkoba terbanyak di Indonesia.

Melihat Jakarta sebagai ibu kota menjadi pusat segala bidang, mulai dari hiburan, perekonomian, wisata, serta peredaran uang pun paling banyak. “Itu kan sebetulkan bukan hal yang mengejutkan, karena semua ada di Jakarta. Uang yang beredar paling banyak, tempat hiburan juga,” kata Djarot.

Sebelumnya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI Jakarta, Ali Johardi mengatakan, bahwa saat ini Indonesia sedang dinyatakan darurat narkoba. Jakarta menjadi provinsi tertinggi tingkat ketergantungannya. “Darurat narkoba saat ini sudah tidak bisa ditawar lagi,” kata Ali.

Dia menuturkan disamping penagakan hukum yang dilakukan kepada para pengedar, harus dilakukan rehabilitasi juga untuk para pengguna. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah permintaan narkoba di ibu kota. Sehingga pihaknya pun mencanangkan deklarasi tersebut.

Menurutnya cara yang tepat untuk pengguna narkoba memang direhabilitasi bukan lah dipenjara. Hukuman penjara, lanjut Ali lebih ditujukan kepada pengedarnya saja. “Pengguna narkoba itu lebih baik di rehabilitasi dari pada dipenjara,” katanya.

Adapun data dari BBN pengguna narkoba di Indonesia jumlahnya mencapai 4 juta orang. Sementara di Jakarta sendiri jumlah pengguna narkoba tercatat mencapai 650 ribu orang. Angka tersebut paling tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia.(Guruh)

  • hendra kusumantyo

    atur jam operasi tempat hiburan…jam 12 sudah harus tutup…pasti deh narkoba turun drastis…