Thursday, 23 May 2019

Diskusi Pegawai dengan Plt KPK Tidak Memuaskan

Selasa, 3 Maret 2015 — 23:55 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki, bersama ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan aksi damai di halaman gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki, bersama ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan aksi damai di halaman gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).

JAKARTA (Pos Kota) – Usai menggelar aksi protes, ratusan pegawai yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK berdiskusi dengan dua Pelaksana Tugas (Plt) Komisioner KPK, Taufiequrachman Ruki dan Indriyanto Seno Adji, di auditorium gedunmg KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3) sore.

Ketua Wadah Pegawai KPK, Faisal mengatakan, diskusi tersebut rupanya tidak memenuhi tuntutan  pegawai yang kecewa atas dilimpahkannya penanganan kasus eks calon Kapolri, Komjen Pol Budi Gunawan (BG) ke Kejaksaan Agung. “Kami tetap pada tuntutan kami sebelumnya,” kata dia, melalui pesan singkat.

Faisal menegaskan, tuntutan tetap disuarakan lantaran dalam diskusi yang berlangsung tertutup dari pantauan media itu dianggap tidak memuaskan bagi Wadah Pegawai KPK. Meski begitu, dia menyatakan wadah pegawai tetap menghormati pimpinan KPK.”Memang belum menjawab tuntutan kami, kami tetap menghormati pimpinan KPK,” ucapnya.

Dalam diskusi itu, kata Faisal, Taufiequrachman Ruki selaku Plt Ketua KPK menyatakan, menghargai sikap pegawai KPK. Namun, menurutnya, Ruki juga menegaskan, kepentingan pribadi harus dipinggirkan untuk kepentingan lebih besar, yakni pemberantasan korupsi.

“Untuk putusan praperadilan BG KPK mungkin kalah, tapi tidak untuk  kasus-kasus lainnya, suatu  saat kita akan lawan balik,” paparnya.

‪Karena itu, Faisal pun menegaskan, dalam beberapa hari ke depan Wadah Pegawai KPK tetap memantau kebijakan pimpinan terkait tuntutan mereka. Bila belum memenuhi harapan, mereka berencana akan menemui kembali Ruki dan komisioner KPK lainnya untuk kembali mempertanyakan tuntutan mereka.

“Mengenai adanya opsi mosi tak percaya, kami di internal belum memikirkan sampai sejauh itu. Bagi kami, selama pimpinan KPK masih berada dalam rel pemberantasan korupsi, kami pegawai KPK pasti akan mendukung sepenuhnya,” tuntas dia.

Sebelumnya, ratusan pegawai KPK menggelar aksi protes terhadap pimpinan KPK, di teras gedung KPK, Selasa (3/3) pagi. Aksi ini buntut dari keputusan pimpinan KPK yang melimpahkan pengusutan kasus BG ke Kejagung.

Pegawai KPK ini menyerukan tiga tuntutan yaitu, pertama, menolak pelimpahan penyidikan kasus Budi Gunawan dari KPK kepada Kejakgung. Kedua, meminta pimpinan KPK mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) atas putusan praperadilan kasus BG. Ketiga, meminta pimpinan menjelaskan secara terbuka strategi pemberantasan korupsi. (yulian)