Saturday, 22 July 2017

Hak Cipta Produk UKM Banyak Dicuri di Luar Negeri

Selasa, 3 Maret 2015 — 21:42 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga gundah, karena hak cipta produk UKM yang dipamerkan di luar negeri banyak dicuri.

“Saya dengar langsung dari Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X,” katanya kepada wartawan, Selasa (3/3).

Seperti produk hasil karya perajin Yogyakarta yang ikut pameran di Malaysia. Di sana di foto, lalu dipatenkan.

Saat produk hak cipta UKM tersebut  akan ditampilkan lagi dalam pameran di Negera Jiran tersebut, ia mengungkap  ditolak karena sudah dipatenkan sebagai milik Malaysia.

Karena itu, mantan Wagub Bali ini  minta kepada Dirjen HAKI agar pengurusan hak cipta biasanya 14 hari kerja, bisa diproses dalam satu hari. Dirjen HAKI Kemenkumham sudah setuju.

“Sebelum pameran di luar negeri, produk UKM kita harus dilindungi hak ciptanya, agar tidak dicuri lagi oleh negara lain,” tandasnya. “Saya mau semua produk yang penting harus dipatenkan desainnya. Kita harus melindungi hak cipta produk UKM.”

Pengurus hak cipta bisa diproses dalam satu hari, asal rekomendasi dari Kemenkop dan UKM. “Kami akan MOU dengan Ditjen HAKI Kemenkumham untuk memudahkan proses hak cipta. Tidak berbelit,” ucapnya.

Bahkan, menteri berjanji akan menggratiskan biaya pengurusan hak cipta produk UKM. Gratis, asal ada rekomendasi kita ke Ditjen HAKI.

“Besok hari  Rabu akan kita launching sekaligus menandatangani MoU itu,” terangnya.

Setelah hak cipta produk UKM, menyusul mengenai hak paten dan hak merek bagi seluruh produk UKM,” katanya. (setiawan)

  • Taufik Hidayat

    mudah2an sesuai harapan ya pak?