Sunday, 25 August 2019

Pegawai KPK Demo Tolak Kasus Komjen BG Dilimpahkan ke Kejaksaan

Selasa, 3 Maret 2015 — 11:01 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Ratusan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar demo di gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3) pagi. Hal ini terkait aksi protes mereka terhadap putusan pimpinan KPK yang melimpahkan kasus mantan calon Kapolri, Komjen Pol Budi Gunawan (BG) ke pihak Kejaksaan Agung.

Aksi tersebut digelar di lobi gedung KPK, antara lain ditandai dengan penandatanganan pada kain putih berisi pernyataan sikap pegawai terkait putusan pimpinan KPK kemarin.

Pernyataan sikap itu adalah, pertama, menolak putusan pimpinan KPK yang melimpahkan kasus BG ke kejaksaan. Kedua, meminta pimpinan KPK mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan praperadilan kasus BG.

“Lalu, ketiga, meminta pimpinan menjelaskan secara terbuka strategi pemberantasan korupsi KPK kepada pegawai KPK,” kata satu pendemo.

Ketua Wadah Pegawai, Faisal, mengatakan seluruh pegawai menolak putusan Pimpinan KPK yang melimpahkan kasus Komjen BG ke Kejagung. “Kami meminta Pimpinan KPK mengajukan upaya hukum PK atas putusan praperadilan kasus BG,” tuturnya.

Mencermati kondisi akhir-akhir ini, menruut Faisal, pihaknya meminta Pimpinan KPK menjelaskan secara terbuka strategi pemberantasan korupsi kepada para pegawai KPK. “Kami perlu tahu apa yang akan dikerjakan dalam agenda pemberantasan korupsi ke depannya.”

Ari, satu pegawai lain, menambahkan aksi ini akan tetap dilakukan secara simultan agar pimpinan KPK merespon aksi pagi ini. “Intinya kami bersuara, tak semua keputusan pimpinan kita iya kan, itu yang membuat kita beda dengan institusi lain,” tegasnya.

Dalam aksi ini, para pegawai juga membubuhkan tanda tangan di dalam kain putih sepanjang sekira 50 meter. Saat penandatanganan petisi tersebut tampak hadir Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK, Taufiequrachman Ruki serta Indriyanto Seno Adji.

Melihat aksi para pegawainya ini, Ruki langsung merespon dengan mengajak seluruh pegawai KPK beraudiensi terkait tuntutan yang mereka suarakan. “Yang merasa pegawai KPK saya minta masuk ke dalam (Auditorium), kita audiensi.”
“Saya senang, saya terharu. Karena mereka jadi begini adalah bentukan kami jilid I. Saya pimpinan jilid I yang diminta turun kembali untuk menutup kekosongan pada KPK jilid III,” tutur Ruki di Gedung KPK.

Ruki menyebutkan bahwa dirinya adalah bagian dari para pegawai KPK juga, jadi dengan senang hati dirinya mendengarkan. Bahkan, dia juga ikut menandatangani petisi yang digulirkan para pegawainya ini.

“Dengan senang hati saya dengarkan, saya simak dan tanda tangani, kalau pun mereka bicara itu suara kami. Saya dan Pak Indriyanto adalah bagian dari pegawai KPK. Saya tidak mau berpisah dengan mereka,” ucap Ruki.
Tiga tuntutan Wadah Pegawai KPK

1. Menolak putusan Pimpinan KPK yang melimpahkan kasus BG ke kejaksaan.
2. Meminta Pimpinan KPK mengajukan upaya hukum PK atas putusan praperadilan kasus BG.
3. Meminta Pimpinan menjelaskan secara terbuka strategi pemberantasan korupsi KPK kepada pegawai KPK.

(*/sir)