Sunday, 18 August 2019

Persiapan Eksekusi Mati Bandar Narkoba Sudah 95 Persen

Selasa, 3 Maret 2015 — 14:25 WIB
Foto-Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia).(reuters)

Foto-Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia).(reuters)

SEMARANG (Pos Kota) – Persiapan eksekusi 12 orang terpidana mati bandar narkoba di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah sudah mencapai 95 persen. Guna melihat persiapan eksekusi mati tersebut, tim dari Kejaksaan Tinggi Jateng, Selasa (3/3) mendatangi Pulau Nusakambangan.

Namun, kunjungan tim dari Kejaksaan Tinggi Jateng ke Nusakambangan ini terkesan dirahasiakan. Kedatangan tim dari Kejati Jateng tersebut tidak melalui Dermaga Wijayapura, melainkan lewat Dermaga Holcim yang berjarak sekitar 100 meter sebelah timur tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan itu.

Sementara itu sebelumnya Kepala kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jateng, Mirza Zulkarnaen, mengatakan Lapas Nusakambangan siap menjadi tempat eksekusi mati 12 terpidana mati kasus narkotika dan pembunuhan. Tetapi Mirza tidak bersedia menyebut waktu pelaksanaan eksekusi mati. “waktu pelaksanaan eksekusi masih belum diketahui secara pasti dan masih menunggu pemberitahuan dari pihak kajaksaan,”katanya.

Disebutkan, dari sejumlah terpidana mati tersebut, pihaknya mengakui sudah ada terpidana yang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Namun, ia pun merahasiakan nama-nama terpidana tersebut. Soal lokasi eksekusi, itu juga merupakan kewenangan pihak pengeksekusi.

Sebagaimana diketahui, 12 terpidana mati itu ialah Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Warga Negara Nigeria), Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina), Myuran Sukumaran alias Mark (WN Australia), Serge Areski Atlaoui (WN Perancis), Martin Anderson alias Belo (WN Ghana), Zainal Abidin (WNI), Raheem Agbaje Salami (WN Cordova), Rodrigo Gularte (WN Brasil), dan Andrew Chan (WN Australia) atas kasus narkoba, serta Syofial alias Iyen bin Azwar (WNI) dan Sargawi alias Ali bin Sanusi (WNI) kasus pembunuhan berencana.

Diperoleh informasi, satu dari 12 terpidana yang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan adalah Mustofa. Menurut Mirza, tempat isolasi telah disiapkan untuk menampung terpidana mati di lapas tersebut.

(suatmadji/sir)