Monday, 24 September 2018

Warga Keluhkan Biaya Parkir di RSUD Koja

Selasa, 3 Maret 2015 — 8:39 WIB
Foto- RSUD Koja, Jakarta Utara.

Foto- RSUD Koja, Jakarta Utara.

KOJA (Pos Kota) -Mahalnya biaya parkir di RSUD Koja, Kec. Koja, Jakarta Utara di keluhkan warga. Ini dianggap sangat membebani warga keluarga pasien, sebab sebagian warga yang datang kerumah sakit tersebut dalam keadaan dirundung kesedihan karena keluarganya sedang sakit. Atas kondisi ini warga berharap pemerintah untuk segera melakukan sidak ke lokasi.

Permintaan ini disampaikan oleh warga melalui SMS aspirasi warga ke Redaksi Pos Kota dengan isi: “Parkir di Rumah Sakit Koja Jakarta Utara terlalu mahal, karena tidak sempatesnya areal Rumah Sakit sampai mahal padahal begitu banyak motor yang parkir, kalau Mall atau Hotel boleh lah tapi ini RS pasti orang lagi kesusahan. Tolong dibenahi lagi.Terima kasih. (08128728xxx)”

Menanggapi keluhan itu Walikota Jakarta Utara Rustam Effendi, berjanji akan segera perintahkan Badan Pengelola Perparkiran untuk melakukan pengecekan informasi tersebut. “Saya akan meminta BP Perparkiran DKI Jakarta untuk segera melakukan pengecekan,”katanya.

Menurut Walikota, jika memang benar setiap jam mengalami kenaikan ini tentu sangat memberatkan masyarakat. Sebab kedatangan pengunjung itu selain untuk berobat, mereka juga menunggu keluarganya yang sedang sakit sehingga jangan sampai membebaninya lagi.

Seharusnya kata Rustam Effendi, pihak Rumah Sakit Umum Daerah. Koja, itu seharusnya menggratiskan bagi keluarga pasien yang berkunjung ke rumah sakit. Ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk membantu mereka yang sedang mengalami kesusahan jangan menambah beban.

Sementara itu informasi yang diperoleh menyebutkan, para pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah, Koja, mengeluhkan tingginya tarif parkir di lokasi tersebut. Keluhan ini memang sudah beberapa kali disampaikan warga, namun hingga saat ini belum juga dilakukan pembenahan.

Seperti yang diungkapkan oleh Ali, 46, salah seorang pengunjung RSUD Koja, mengaku berat dengan tarif parkir di rumah sakit tersebut. Sebab baru beberapa jam masuk dan keluar lagi diminta bayaran antara Rp 5 ribu.

“Padahal saya datang ke rumah sakit itu menunggu keluarga saya sakit. Tapi kenapa tarif parkir kendaraan digebuk sehingga sangat memberatkan. Saya minta pemerintah segera melakukan pengecekan, “kata Ali.

(wandi/sir)