Wednesday, 19 September 2018

PT PINDAD Diharapkan Produksi Alat Berat

Rabu, 4 Maret 2015 — 13:31 WIB
Foto-PT Pindad.

Foto-PT Pindad.

JAKARTA (Pos Kota) –  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dorong PT Pindad memanfaatkan peluang untuk memproduksi alat berat. Menteri Perindustrian Saleh Husin menilai PT Pindad (persero), memiliki kemampuan ganda yaitu manufaktur produk hankam dan manufaktur industri.

Hal ini, lanjutnya, akan berdampak positif dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke sektor lain seperti infrastruktur. Ia menambahkan orientasi pembangunan infrastruktur akan sangat  membutuhkan pengadaan alat berat dan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam pengembangan industri dalam negeri.

“Pindad punya teknologi dan peralatan produksi. Jika bisa produksi alat berat, maka akan ada peralihan pembelian dari pihak luar negeri ke Pindad sebagai industri dalam negeri,” kata Menperin.

Pada kesempatan yang sama Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago juga meminta Pindad agar siap memproduksi alat berat. Hal ini tak lepas dari kemampuan perseroan ini memproduksi generator dan produk industri lainnya.

“Jika Pindad bisa bikin bagian dari pembangkit seperti turbin atau boiler untuk kapasitas 5-10 MW, maka ini bisa jadi kesempatan emas,” ujarnya.

SUNTIKAN DANA

Pemerintah, lanjutnya, juga telah memberikan dukungan suntikan penanaman modal negara (PMN) sebesar Rp700 miliar kepada Pindad.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Pindad Silmy Karim mengatakan, dana PMN tersebut untuk peningkatan kapasitas produksi dan modernisasi produksi masing-masing sebesar Rp300 miliar dan untuk anggaran kerja sama dengan mitra strategis dari luar negeri sebesar Rp100 miliar.

“Ke depan kita akan tingkatkan produksi. Kita mampu menghasilkan berbagai kebutuhan pertahanan dari senjata, amunisi, hingga kendaraan tempur,” ujar Silmy. (tri/yo)