Thursday, 22 August 2019

Kawasan Fly Over Cibinong Semrawut

Kamis, 5 Maret 2015 — 16:07 WIB
Kesemrawutan di sekitar fly over Cibinong. (iwan)

Kesemrawutan di sekitar fly over Cibinong. (iwan)

BOGOR (Pos Kota) – Maraknya Kaki-5 berebut badan jalan dengan angkot dan bus yang menaikturunkan penumpang di sekitar fly over Cibinong dan pertigaan di depan Pasar Cibinong membuat kawasan ini semakin semraut. Meski banyak warga dan pengendara mengeluhkannya, Pemkab Bogor belum mampu mengambil tindakan

Sejumlah warga mengeluhkan kesemrautan ini, apalagi pada jam-jam sibuk. Meski dua atau petugas DLLAJ Kabuaten Bogor dan Polres Bogor bertugas di kawasan ini, masih tak mampu mengurai kesemrautan ini. “Apalagi keberadaan fly over yang sejatinya mengatasi kemacetan malah beralih fungsi menjadi tempat ngetem bus,” ujar Liswandi, warga Kelurhan Ciriung, Cibinong, Kamis (5/3).

Warga lain menilai, keberadaan subterminal di Pasar Cibinong yang hanya memiliki luas kurang seribu meter, tak sebanding dengan jumlah angkot dan bus. Akibatnya angkutan umum menghentikan dan menaikan penumpang di luar subterminal. “Kondisi ini diperparah dengan laluklarang orang menyeberang dan menjamurnya Kaki-5, bekas tempat penampungan semenetara (TPS) Pasar cibinong yang hingga kini belum ditutup,” timpal Usup warga lainnya.

Kepala DLLAJ Kabupaten Bogor Soebiantoro mengakui, pihaknya pusing mengatasi kesemrautan di kawasan ini. Berulangkali pihaknya bersama Satpol PP dan Polres Bogor mengurai kemacetan ini, tapi tak banyak membuahkan hasil. “Beberapa jam usai kita tertibkan, Kaki-5, angkot dan bus kembali muncul,” ujarnya.

Sedangkan salah satu solusi mengatasi ini pihaknya sudah minta diperluas subterminal Cibinong, tapi terbentur dengan lahan yang ada. ”Padahal jika diperluas, kelak semua angkot dan bus yang melintas di jalur ini harus transit dulu ke terminal,” ujarnya.

Kepasrahan serupa dilontarkan Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Luthfie Syam yang mengakui, hingga kini pihaknya belum bisa berbuat banyak. Sebab, pemkab belum dapat memberikan solusi bagai Kaiki-5, terutama bekas TPS Pasar Cibinong dan di sekitar atas fly over Cibinong.

“Sudah kita paparkan dihadapan Plt Bupati agar ada tindaklanjutnya, tapi kita tak punya lokasi buat memindahkan Kaki-5 tersebut.”kKatanya. Diakuinya, penataan, pengelolaan dan pengawasan Kaki-5 menjadi kewajiban pemerintah daerah, seperti diamanatkan Perpres No. 125 Tahun 2012 dan Permendagri No 41 Tahun 2012. “Saat ini kita masih mencari lokasi buat menampung Kaki-5,” ujarnya. (iwan)

  • Mangap

    harusnya diperluas terminalnya