Tuesday, 27 June 2017

Drama Penggerebekan Purnawirawan TNI

Disita 5,2 Kg Shabu dan 22 Pucuk Senjata Api

Jumat, 6 Maret 2015 — 20:00 WIB
Senjata aoi yang disita dari purnawirawan TNI-AL

Senjata aoi yang disita dari purnawirawan TNI-AL

JAKARTA (Pos Kota) – Oknum purnawirawan TNI AL berpangkat pembantu letnan satu (peltu), diringkus tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dir IV) Mabes Polri, atas kasus narkoba. Dari tangan tersangka petugas mengamankan shabu seberat 5,2 kilogram, 22 pucuk senjata api dan stempel palsu bertanda tangan Panglima TNI.

Tersangka Bachtiar, 58, pengedar narkoba jaringan internasional tak bisa berkutik saat petugas meringkusnya. Meski ia juga sudah mengacungkan senjata api ke petugas, namun pria ini akhirnya pasrah.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Brigjen Anjan Pramuka Putra menjelaskan, ditangkapnya pelaku merupakan pengembangan kasus sebelumnya. Dimana sebelumnya, petugas meringkus Bunda atas kepemilikan shabu. “Dari penangkapan itulah, akhirnya kita melakukan pengembangan dan tertuju kepada Bachtiar,” katanya, Jumat (6/3).

Mengetahui pelaku yang merupakan oknum TNI, petugasn perlu waktu satu bulan untuk pengintaian. Hingga akhirnya, pada Rabu (4/3) penggerebekan  dilakukan petugas. “Saudara Bachtiar kami tangkap di rumahnya Apartemen Dakota, Kemayoran  Rabu 4 Maret 2015 lalu,” ujar Anjan.

Saat digrebek, pelaku tak tinggal diam dan berupaya melawan. Senjata api miliknya pun hampir saja meletus ke petugas. Beruntung, petugas yang lebih sigap bisa dengan segera merampasnya. “Kami bersyukur saat penangkapan, tak terjadi sedikitpun insiden,” ujar Direktur.

Setelah melumpuhkan pelaku, petugas lalu melakukan penggeledahan di tempat tinggal Bachtiar. Sampai akhirnya, petugas menemukan shabu seberat 3 gram yang disimpan di kotak pengharum ruangan. “Setelah kami periksa, Bachtiar merupakan jaringan internasional. Dia mendapat sabu dari China, lalu melalui Malaysia, Aceh, dan Jakarta. Dari Jakarta, sabu dikirim lagi ke Surabaya. Di sana kami menyita 5,28 sabu,” imbuh dia.

Anjan mengatakan, petugas  cukup tercengang saat melakukan penggeledahan. Dimana dari rumah purnawirawan TNI AL yang sudah tidak bertugas sejak tahun 2010, pihaknya menemukan 22 pucuk senjata api. “Semua senjata api itu simpan rapi didalam kotak dan dimasukan ke lemari,” papar Anjan.

Pelaku sendiri akan dijerat dengan UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. Selain itu, UU darurat No 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api pun akan menambah masa hukuman pelaku. (Ifand)

  • Ben Syafiq

    Senjata perorangn dari mana ya…banyak emen.

  • Wagiono Gion

    waduhhhhhhh ????

  • annokia

    Hebatttt