Tuesday, 20 November 2018

Balon Walikota Depok Sepakat Pembangunan Berkesinambungan

Minggu, 8 Maret 2015 — 13:47 WIB
*ist

*ist

DEPOK (Pos Kota) – Ketimpangan pembangunan infrastruktur, carut marut mutasi pegawai negeri sipil (PNS), hingga rencana tata ruang & wilayah (RTRW) yang masih amburadul, menjadi jualan para bakal calon (balon) pemimpin wilayah penyangga Ibukota Jakarta ini. Namun mereka sepakat meneruskan keberhasilan program yang dibuat Nur Mahmudi Ismail, walikota periode Januari 2006-2016).

Benang merah itu terangkum dalam wawancara Pos Kota secara terpisah dengan Balon Walikota dan Wakil Walikota Depok periode 2016-2021. Yaitu Ketua PAN DPD Depok dan anggota DPRD Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, Ketua DPC Gerindra, Pradi Supriyatna, Ketua DPD Golkar, Babai Suhaimi, ketua DPC PKPI, Rudi Samin, serta ketua LSM Kapok, Kasno, dan pengusaha Agus Supriyanto.

“Sentra-sentra tertentu dibuat pada wilayah-wilayah yang dikembangkan sehingga perputaran uang tidak terkonsentrasi di satu tempat atau Margonda saja tapi menyebar,” kata Hasbullah Rahmad saat dihubungi wartawan.

Hal senada diungkap Supriyanto, Babai, dan Rudi Samin. Ketiganya sepakat bahwa infrastruktur serupa pelebaran jalan-jalan arteri seperti Jalan Raya Sawangan, Jalan Tole Iskandar, Jalan Raya Cinere, dan Jalan Raya Beji, menjadi urat nadi perkembangan masa depan pembangunan Depok.

“Infrastruktur jalan inilah yang mampu menghubungkan sekaligus mengakselerasi perkembangan pembangunan secara terintegrasi antarwilayah,” ujar Supriyanto, yang juga kandidat wakil walikota berpasangan walikota Badrul Kamal periode 2011-2016 itu.

Sementara Pradi Supriyatna menekankan bahwa pembangunan Kota Depok diharapkan tidak mengabaikan kearifan lokal, yang menjadi ciri sekaligus nilai-nilai luhur budaya bangsa di Depok. Alasannya, kearifan lokal bisa dijadikan jualan pariwisata lantaran Depok tidak memiliki sumber daya alam (SDA). “Kearifan lokal itu beragam di Depok ini mulai keberadaan situ, wilayah relijius, hingga tanah yang subur yang bisa ditanami buah-buahan produktif,” ujar warga keturunan asli Depok itu.

Kendati demikian, para balon pemimpin wilayah Depok itu sepakat mengungkapkan pembangunan selama periode Walikota Nur Mahmudi Ismail menjadi titik tolak proyek pembangunan berikutnya yang berkesinambungan. “Program-program serupa One Day No Rice (ODNR) atau Car (ODNC), atau memilah-memilih sampah dengan melibatkan pemulung perlu dikemas lebih bagus lagi demi memotivasi warga berpartisipasi membangun Kota Depok, kata Kasno.
(rinaldi/sir)