Sunday, 21 July 2019

Iklim Investasi Bagus, Pengusaha Eropa Diminta Investasi di Indonesia

Minggu, 8 Maret 2015 — 8:34 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Pengusaha asal Eropa diminta untuk terus menanamkan investasinya di Indonesia. Alsanya, iklim investasi di Indonesia sekarang ini sudah sangat kondusif.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pemerintah juga terus memperbaiki dan meningkatkan penyediaan infrastruktur dan penurunan biaya logistik agar produk-produk yang dihasilkan memiliki daya saing.

Menurutnya, dalam pertemuan dengan Delegasi Europe-Asean Business Alliance (EABA) di Kementerian Perindustrian, akhir pekan lalu, EABA berkeinginan untuk mendapatkan informasi dan berdiskusi mengenai rencana dan kebijakan pemerintah di bidang industri sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan Indonesia khususnya dalam bentuk investasi.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus berupaya untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan kepastian hukum agar dunia usaha tetap bergairah dan nyaman melakukan investasinya di Indonesia, sehingga dapat berkontribusi dalam perekonomian nasional.

Menperin menegaskan, investasi perusahaan-perusahaan Eropa di Indonesia akan semakin banyak. Dalam pertemuan dengan delegasi EABA, hadir beberapa perwakilan dari sektor industri makanan dan minuman, industri semi konduktor, serta industri terkait dengan kesehatan dan energi. Diantaranya yaitu Shell, NXP, DSM, Heineken, Friesland Campina, dan Roche Diagnostics.

Uni Eropa (UE), lanjutnya, merupakan investor kedua terbesar di Indonesia. Pada tahun 2014, nilai investasi yang ditanamkan perusahaan-perusahaan UE di Indonesia mencapai 3,2 miliar dolar AS atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,4 miliar dolar AS.

Sedangkan dari tahun 2004 – 2011, Indonesia menerima 12% dari total investasi UE ke ASEAN atau 0,4% dari total Foreign Direct Investment (FDI) Uni Eropa ke dunia. Diestimasikan 1,1 juta pekerjaan diciptakan dari perusahaan-perusahaan Eropa.

Menurut Menperin, saat ini Pemerintahan Jokowi-JK telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7%, sehingga diharapkan dapat menyerap 2 juta tenaga kerja dan akan mengurangi tingkat kemiskinan serta ketimpangan pembangunan.

“Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membutuhkan aktivitas ekonomi di berbagai bidang dan salah satu kuncinya adalah melalui peningkatan penanaman modal domestik dan asing,” tegas Menperin.

Saat ini, menurut ASEAN Business Outlook Survey 2014, Indonesia masih tetap dianggap sebagai tempat yang paling menarik untuk ekspansi bisnis diikuti oleh Vietnam, Thailand dan Myanmar.

Sementara itu, Kemenperin akan konsisten untuk menerapkan berbagai Undang-undang dan Peraturan yang akan melindungi kelangsungan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Misalnya UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara; UU No 29 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup; dan UU No 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.(tri)