Tuesday, 25 September 2018

Jelang Rehabilitasi 100 Ribu Pecandu

Siswandi: Penyidik Kasus Narkoba Harus Tegas dan Pakai Nurani

Minggu, 8 Maret 2015 — 15:53 WIB
Foto : Brigjen Siswandi dari BNN ketika bicara jelang gerakan rehabilitasi 100.000 pecandu narkoba di Kota cirebon.(Darman)

Foto : Brigjen Siswandi dari BNN ketika bicara jelang gerakan rehabilitasi 100.000 pecandu narkoba di Kota cirebon.(Darman)

CIREBON (Pos Kota) – Penyidik kepolisian yang menangani kasus narkoba harus lebih tegas dan tetap menggunakan hati nuraninya ketika menentukan pasal hukuman yang akan dikenakan kepada para tersangka yang tertangkap.

“Tegas disini adalah, jangan sampai dibalik-balik, pengedar dijadikan pengguna atau sebaliknya pengguna yang dijadikan pengedar,” kata Brigjen Pol Siswandi, Direktur Peran Serta Masyarakat BNN jelang pelaksanaan Gerakan Rehabilitasi 100.000 Pecandu Narkoba di Lapangan Alun-Alun Kota Cirebon pada 9 Maret 2015 ini.

Menurut mantan Kapolresta Cirebon ini, hal tersebut sangat penting agar tidak salah dalam menerapkan hukuman kepada mereka yang tertangkap dalam kasus narkoba.

Sementara terkait dengan pencanangan gerakan rehabilitasi 100.000 pecandu narkoba, Siswandi menegaskan perlu kebersamaan menyeluruh semua instansi dan masyarakat. Pasalnya tidak dipungkiri kemungkinan masih ada keraguan dalam masyarakat mengenai program nasional ini.

“Kita semua harus bisa meyakinkan kepada masyarakat yang kebetulan keluarganya pecandu narkoba, agar tidak ragu melaporkan diri untuk rehabilitasi. Dan saya yakinkan bahwa bagi mereka (pecandu) yang dengan kesadaran untuk direbalitasi tidak akan dikenakan pidana,” tegas ¬†Siswandi.

Dijelaskan Siswandi, mereka yang kini menjadi pecandu narkoba merupakan pesakitan. Karena mereka sudah kehilangan masa lalu dan kehilangan masa kini. “Jangan sampai mereka pecandu ini harus kehilangan masa depan juga,” tegasnya.
(darman/sir)

  • Lina Sunaryo

    Teori ama prakteknya lain Pakkk …
    Tau nga “harga” untuk dapat pasal pemakai ?
    Belum lagi upeti buat Jaksa minta rehab .
    Mending rame” masuk bui .