Tuesday, 17 September 2019

Razia di Minimarket dan Agen

Ratusan Botol Bir Disita Pemkot Tangsel

Senin, 9 Maret 2015 — 19:29 WIB
Sejumlah petugas Satpol PP Kota Tangsel menyita ratusan miras jenis bir di Serpong Utara

Sejumlah petugas Satpol PP Kota Tangsel menyita ratusan miras jenis bir di Serpong Utara

SERPONG UTARA (Pos Kota) – Sejumlah pemilik warung dan minimarket khususnya agen minuman keras (miras) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) protes adanya razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.

Pasalnya, mereka merasa belum mengetahui adanya larangan resmi yang dilakukan Pemkot setempat terhadap kegiatan penjualan miras tersebut.

“Saya sama sekali tak tahu dan belum mendapatkan informasi resmi kalau ada larangan menjual miras di Pemkot Tangsel,” ujar Winata satu pemilik agen  bir, di Jelupang, Serpong Utara, Senin
(9/3).

Sepengetahuan dia, larangan dari pemerintah pusat untuk menjual miras di agen atau mini market maupun warung sesuai aturan yang diumumkan kementerian mulai berlaku 16 April 2015. “Kalau ada informasi resmi larangan dari Pemkot Tangsel tentunya tak akan menjual miras itu,” ujarnya kesal dan meminta pihak Satpol PP setempat tak main angkut atau sita barang itu.

Menurut dia, penjualan miras ini dilakukan sejak lima tahun lalu dan setiap dua minggu bisa menghabiskan 300 krat miras jenis bir. “Kebetulan saya hanya menjual  bir saja bukan miras lainnya yang memiliki alkohol di atas 30 persen,” tuturnya.

Kepala Satpol PP Kota Tangsel Sukanta didampingi Kepala Bidang Penertiban, Protokol dan Hiburan Oki R,
mengatakan razia miras dilakukan secara berkala di tujuh kecamatan.

“Razia  di Serpong Utara  menyita  2 troli dan 300 krat bir dari pusat perbelanjaan dan agen di Kel. Jelupang,” tuturnya.

Koordinator Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) Kota Tangsel, Nining A, mendukung tindakan upaya penertiban serta razia miras di sejumlah warung maupun minimarket serta pusat perbelanjaan
di wilayah Tangsel. “Kegiatan tersebut akan terus dipantau sejumlah elemen masyarakat terlebih masih banyak warung dan minimarket di Tangsel yang membandel menjual miras,” katanya. (anton)