Wednesday, 21 August 2019

Nilai Tukar Rupiah Bergolak

Ada Pelaku Usaha Senang, Ada Pula yang Menangis

Selasa, 10 Maret 2015 — 10:39 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Bergolaknya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tentunya ada konsekuensi bagi pelaku usaha.

“Ada pelaku usaha yang senang, terutama eksportir. Karena dengan menguatnya nilai tukar dolar AS menguntungkan buat mereka,” kata Ketua Komite Tetap bidang Industri Makanan dan Minuman Kadin Indonesia, Thomas Darmawan, Selasa (10/3).

Seperti anggota Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I). Meski harga impor pakan ikan dan udang melonjak, namun tidak masalah bagi mereka. Sebab produk mereka lebih banyak dilempar ke pasar ekspor.

Sebaliknya bagi importir, mereka pasti menangis. Mereka mengimpor bahan baku dengan harga mahal. Tapi produknya dijual dengan harga murah di dalam negeri.

“Inilah konsekuensi dari bergolaknya nilai tukar,” jelasnya.

Ia melihat kebijakan pemerintahan Jokowi yang membiarkan nilai tukar rupiah hingga menembus angka Rp13 ribu/dolar AS dan naiknya harga barang kebutuhan menyangkut hajat hidup orang banyak ini untuk jangka panjang. “Pemerintah ingin mengerem impor,” jelasnya.

Namun jangka pendek, ia menambahkan kebijakan pemerintah ada minusnya juga. Masyarakat harus menghadapi kenaikan harga barang.

Dengan naiknya harga barang ini, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kemungkinan besar akan melambat. “Ini yang akan terjadi. Daya beli masyarakat melemah. Mereka dihajar kenaikan harga barang,” ujarnya.

Untuk itu, ia mendesak agar pemerintah tidak menahan lagi penyaluran raskin dan segera mempercepat proyek pembangunan infrastruktur untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

(setiawan/sir)