Monday, 16 September 2019

Jakarta Jadi Kota Bencana

Setelah Banjir Pergi, Datang Musibah Kebakaran

Kamis, 12 Maret 2015 — 8:37 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Ibukota Jakarta menjadi kota bencana. Selain banjir, amukan si jago merah kian merajalela.

Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPK-PB) DKI Jakarta, sepanjang Januari hingga 11 Maret tercatat 182 kasus kebakaran. Penyebab  paling banyak karena korsleting listrik. Dari total kejadian, jumlah kerugian yang diderita pun cukup fantastis yakni mencapai Rp55,6 miliar.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subejo mengatakan, jumlah kerugian materi tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2014, kerugian kebakaran hingga April mencapai Rp51,66 miliar. “Sementara untuk tahun ini, hingga pekan kedua Maret jumlah kerugian sudah menembus angka Rp 55,6 miliar,” kata Subejo, Rabu (11/3).

Kasus kebakaran selama hampir dua setengah bulan terakhir ini paling banyak terjadi di Jakarta Barat. Dengan total kejadian  43 kasus. Kemudian disusul Jakarta Selatan yakni 42 kasus, Jakarta Timur 34 kasus, Jakarta Pusat 33 kasus, dan Jakarta Utara 30 kasus. Sementara di Kepulauan Seribu, sejauh ini belum pernah terjadi kebakaran.

Pihaknya mencatat, penyebab utama kebakaran hingga pekan kedua Maret ini, masih didominasi arus listrik pendek atau korsleting. Dari total jumlah kasus kebakaran tersebut, sebanyak 142 kasus terjadi akibat arus pendek. “Selebihnya karena faktor lainnya seperti kompor meledak ada 10 kasus, rokok di dalam rumah ada 4 kasus dan lain-lain ada 26 kejadian,” ucapnya.

Untuk mencegah semakin tingginya jumlah kasus kebakaran di Jakarta, Subedjo mengimbau warga Jakarta lebih waspada dan berhati-hati lagi. Khususnya menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebab kebakaran. “ Khususnya dalam pemakaian kabel listrik. Jangan menumpuk steker,” ucapnya.

Sementara terkait dengan, sistem keamanan di gedung-gedung bertingkat pihaknya juga akan melakukan pengecekan. Diakuinya, masih banyak gedung-gedung bertingkat yang sistem keamanan kebakarannya buruk. “Memang ada beberapa  gedung yang belum memenuhi syarat, karena itu kita peringatkan,” tegasnya.(Guruh)