Monday, 16 September 2019

Jelang 1 Juli

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Sosialisasi

Senin, 16 Maret 2015 — 10:12 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Jelang pengoperasian penuh pada 1 Juli 2015 mendatang, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) gencar melakukan sosialisasi.

Salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan adalah mendatangi pusat-pusat kegiatan masyarakat, terutama kalangan pekerja baik di kawasan industri, pasar, mal dan lainnya.

“langkah ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terhadap jaminan sosial,” kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cilandak Retno Widowati, Senin (16/3).

Salah satu bentuk realisasi program akuisisi kepesertaan, pihaknya menggarap event strategis yang disebut ‘Tanya Saya’ pada 14 Maret 2015 yang menyasar pekerja yang ada di ITC Fatmawati.

Menurutnya, ITC Fatmawati dipilih karena ditempat tersebut terdapat potensi untuk akuisisi kepesertaan juga sosialisasi kepada masyarakat umum terutama masyarakat pekerja baik penerima upah maupun bukan penerima upah dapat tersampaikan secara langsung.

“Sehingga diharapkan tingkat brand awareness terhadap BPJS Ketenagakerjaan dapat meningkat,” ujarnya.

Objek kepesertaan di ITC Fatmawati, lanjutnya, terdapat kurang lebih 300 tenant dengan berbagai jenis usaha. Dalam proses akuisisi kepesertaannya dilakukan secara jemput bola dengan berkunjung ke masing-masing tenant dan proses pendaftaran diarahkan ke stand yang telah disiapkan.

“Antusias pengunjung cukup tinggi. Banyak pengunjung mall yang berkunjung ke stand BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan informasi mengenai program dan mendaftar,” ujarnya menjelaskan kesiapan kantor BP Jamsostek Cilandak yang akan beroperasi penuh pada

1 JULI 2015

Per Juli nanti, lanjutnya, BP jamsostek selain melayani program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK) dan Jaminan Hari Tua (JHT), juga mulai melayani program Jaminan Pensiun (JP).

Melalui sosialisasi secara masif, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cilandak berharap bisa memaksimalkan angka peserta. Potensi peserta yang diincar terdiri dari dua kategori yaitu peserta penerima upah atau kalangan pekerja formal dan peserta bukan penerima upah atau kalangan pekerja informal.

“Baik sektor formal maupun informal, potensinya besar di wilayah kami. Sehingga tanggung jawab kami untuk memberikan edukasi dan sosialisasi pun menjadi besar. Kami berharap masyarakat semakin tersadarkan akan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja,” tuturnya.

Pihaknya juga menjelaskan perbedaan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan. Termasuk landasan berdirinya dua lembaga tersebut yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24/2011. “Kami juga suguhkan informasi terkait manfaat jika mengikuti BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan agar masyarakat menjadi paham,” jelas Retno.

(tri/sir)

  • warga jak

    Masih ada kendala coba diperbaiki pelayanan di rs2