Tuesday, 25 September 2018

Dolar Melejit, Perajin Tahu Tempe Ketar-ketir

Senin, 16 Maret 2015 — 16:05 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

KALIDERES (Pos Kota) – Pengrajin tahu dan tempe di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) mendesak pemerintah mengambil kebijakan untuk mengatasi merosotnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika. Karena kalau tidak,  dikhawatirkan berimbas pada usaha mereka.

“Kami berharap pemerintah cepat melakukan langkah yang tepat, kalau tidak  pengrajin tahu tempe akan terkena dampaknya. Ini yang membuat kami was-was,” ucap Handoko, pengurus Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jakbar, Senin (16/3).

Dikatakan, saat ini meski dolar terus menguat, namun harga eceran kedelai masih normal yaitu Rp 7.200/Kg. Kondisi ini tidak berpengaruh terhadap para pengrajin tahun tempe.  Tapi kalau kenaikannya tidak terkendali dikhawatirkan akan berdampak. “Kami berdoa agar dolar cepat turun dan stabil, agar usaha tahu tempe tetap jalan,” ucap Handoko.

Namun, kalau sampai tidak terkendali dan berpengaruh terhadap harga kedelai, pengrajin akan mengambil langkah penghematan. Seperti memperkecil ukuran tahu dan tempe dan lain-lain. (Tarta)