Thursday, 22 November 2018

Ahok: APBD DKI April Cair

Selasa, 17 Maret 2015 — 23:28 WIB

JAKARTA  (Pos Kota) – DPRD DKI Jakarta boleh saja mengulur waktu pembahasan APBD. Namun Gubernur Ahok memastikan, April mendatang anggaran sudah cair dan berbagai kegiatan mulai menggeliat.

“Saya pikir April, APBD sudah cair dan bisa digunakan,” tegas Ahok di Balaikota, Selasa (17/3). Ahok tidak risau  dengan kekisruhan saat ini. Sesuai amanat UU,  jika eksekutif dan legislatif sepakat atas evaluasi RAPBD  2015, Dewan akan menerbitkan Peraturan Daerah APBD senilai Rp 73,08 triliun.

“Bila tidak mau, Pergub akan diterbitkan dengan mengacu pada pagu anggaran APBD Perubahan 2014 senilai Rp 72,9 triliun,” ucapnya.

SESUAI VISI MISI

Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Lasro Marbun,  menjelaskan jika pergub dikeluarkan, alokasi plafon anggaran disesuaikan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “APBD  diutamakan sesuai visi-misi Gubernur.

Misalnya, pendidikan, kesehatan, permukiman, usaha mikro, perhubungan, saluran air, dan program kampung deret,” jelasnya seraya menambahkan  penyusunan APBD telah menerapkan sistem e-budgeting, sehingga masyarakat bisa  mengawasi penggunaan anggaran.

TAK DEADLOCK

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menjelaskan pertemuan antara eksekutif dan legislatif untuk membahas hasil evaluasi dari Depdagri tidak batal. “Hanya diundur sehari, karena mereka tidak membawa draft APBD versi eksekutif, sehingga kami  tidak punya pembanding,” katanya.

Prasetio menegaskan penundaan pertemuan antara dewan dan eksekutif bukan bermaksud menghambat proses APBD. “Saya jami sebelum  23 Maret, pembahasan sudah selesai,” tegasnya.
“Pertemuan jangan sampai deadlock,” kata politisi PDIP.

Sedangkan Wakil Ketua Komite III Fahira Fahmi Idris mengatakan kisruh APBD harus dimanfaatkan warga  untuk partisapasi dan mengawasai dalam penyusunan APBD.  “Sebab di tiap tahapan penyusunan APBD mulai dari pembahasan hingga pengesahan ada potensi penyelewengan,” paparnya.
(john/joko)