Tuesday, 20 November 2018

Miss Indonesia 2006 Kristina V. Besouw Jadi Tentara AS

Selasa, 17 Maret 2015 — 16:48 WIB
Kristania Beseouw US Army02

MENADO – Kabar mengejutkan datang dari ajang miss Indonesia. Seorang alumninya, Kristania Virginia Besouw, yang pernah menyandang gelar Miss Indonesia 2006, bergabung dengan angkatan darat Amerika Serikat (US Army).

Kristina, wanita 30 tahun, kelahiran Manado pada 7 Mei 1985, selain menyandang gelar Miss Indonesia sebelumnya meraih gelar Nona Manado 2004. Kristania Virginia Besouw adalah peserta Miss World 2006. Ia meraih gelar itu pada 5 Agustus 2006 dengan menyingkirkan 32 pesaing dari 32 provinsi di Indonesia selama setahun penuh. Ia menggantikan Imelda Fransisca yang tampil sebagai Miss Indonesia 2005.

Ia diminta Lembaga internasional UNICEF untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya imuninasi campak saat bayi. Kristy lalu menikah pada tahun 2008 dengan pria lulusan kedokteran dari sebuah universitas di Filipina.

Namun kini dia resmi berkebangsaan Amerika Serikat sebagai bagian dari US Army, dimana dia bergabung sejak 28 Oktober 2014.

Belum ada pernyataan langsung dari Kristina atas status barunya, namun di Facebook, dia membenarkan telah menjadi tentara AS. “Bekerja di U.S Army 28 Oktober 2014 hingga sekarang,” tulisnya.

Selain itu, Kristy pun tampak mengunggah beberapa foto koran lokal Manado yang memberitakan dirinya menjadi tentara Amerika. Bahkan dalam koran tersebut ada pernyataan dari Kapuspen TNI bahwa dia bukan lagi warga negara Indonesia.

“Kapuspen TNI: Kristy otomatis bukan WN lagi,” dalam judul koran Harian Komentar.

Sejumlah media di Indonesia masih mencoba untuk mengonfirmasi kepada Kristy perihal dirinya telah menjadi warga negara Paman Sam itu. Namun jika dilihat dari Facebooknya, banyak sahabat dan kolega Kristy yang memberikan ucapan selamat karena bergabung dengan US Army.

Kristania Virginia Besouw-FB

 

 

 

PEACE KEEPING

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise mengaku, ikut sertanya Kristy ke dalam US Army adalah demi mengikuti program ‘Peace Keeping’. Program tersebut memang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation (UN).

“Kemarin saya di Amerika Serikat, ada permintaan dari United Nation (UN), kalau bisa yang dikirim untuk program ‘Peace Keeping’ itu 4.000 orang dari Indonesia. Jumlah perempuannya harus sebanyak 20 persen, atau sekitar 800 orang. Jadi ini mungkin bagian daripada hal itu, bahwa dia memang sudah punya komitmen untuk masuk ke dalam program itu, karena memang ada permintaan dari UN,” kata Yohana saat ditemui di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).

Kristania Beseouw US Army03

“Untuk program Peace Keeping tersebut, mereka itu akan dipersiapkan untuk kerja di luar negeri, seperti di Timur Tengah. Semacam duta perdamaian. Jadi mereka itu betul-betul harus, kalaupun memang ingin jadi tentara dan bagian dari militer, untuk program Peace Keeping tersebut,” kata Yohana menambahkan.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan hilangnya status kewarganegaraan Kristy karena ikut serta bergabung ke dalam US Army, Yohana mengaku tidak mengetahui mengenai hal tersebut. Dirinya hanya berusaha menjelaskan, berdasarkan informasi yang dia dengar melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di New York, bahwa keikutsertaan Kristy itu hanyalah sementara saja dan masih berkemungkinan kembali lagi ke Indonesia.

“Kalau masalah kewarganegaraan saya tidak tahu sampai di situ. Tapi mereka itu hanya kerja satu atau dua tahun terus kembali lagi. Itu menurut yang saya dengar kemarin dari Kedutaan Besar RI di New York, karena kemarin saya baru kembali dari sana,” ujar Yohana. – dms