Thursday, 15 November 2018

Tetangga Menjadi Ancaman Ketika Istri Jadi Cem-ceman

Selasa, 17 Maret 2015 — 5:53 WIB

INI lagi kisah tetangga yang jadi ancaman bagi tetangga yang lain. Pasalnya, ada kabar bahwa istrinya yang bernama Mardiana, 33, jadi “cem-ceman” Togap tetangganya. Maka begitu melihat Mardiana dibonceng Togap, emosi Bangun, 40, pun meledak. Togap dibantai saat masih duduk di jok motornya.

Kata orang, tetangga itu saudara kita paling dekat. Sebab bila terjadi sesuatu hal,  pertama kali minta tolong pasti pada para tetangga, bukan kepada saudara sendiri yang tempatnya berjauhan. Maka hadits Nabi mengatakan, ““Tidak akan masuk surga, orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari-Muslim). Gangguan itu macam-macam, dari bisingnya suara, tidak nyamannya bau, sampai gangguan kepada……istri.

Di mata Bangun, warga Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, Togap lelaki tetangganya kemungkinan besar juga takkan masuk surga. Sebab sesuai isyu yang diterimanya, selama ini dia suka mengganggu istrinya, Mardiana. Di kala dia bekerja sebagai buruh pemetik sawit di PT Safari, di rumah istrinya suka diajak kencan oleh Togap yang memang tegap perkasa.

Namanya juga baru isyu, Bangun tidak berani klarifikasi pada Togap. Sebab ya itu tadi, Togap memang tegap badannya, kekar pula. Dibanding dirinya yang kecil, bila lelaki itu sampai tersinggung, bisa habis badan Bangun dilibas sampai tak bisa bangun. Akhirnya Bangun hanya bisa berdoa, semoga itu itu hanya hoax jika pinjam istilah medsos.

Tapi rupanya isyu itu mendekati kenyataan. Beberapa hari lalu, sepulang kerja di sore hari dia mendapati rumahnya kosong. Istri tak di rumah. Ditanyakan kepada para tetangga, ada kabar bahwa dia pergi boncengan motor bareng Togap. Emosinya meledak. Kalau begitu kabar selama ini bukan hanya sekedar kabar burung. “Jangan-jangan “burung” Togap sudah beraksi pula,” kata batin Bangun langsung negatip saja.

Diam-diam dia ambil golok dan diselipkan di balik bajunya. Tak berani berkelahi dengan tangan kosong, pakai senjata tajam jadilah. Yang penting menjaga kehormatan sebagai seorang lelaki. Masak istri diobok-obok lelaki lain, diam saja. Jangan jadi lelaki, potong saja itu burung!

Dia segera mencegatnya di tengah jalan. Tepat menjelang magrib nampak memang, Togap boncengan sama Mardiana istri Bangun. Langsung saja disetop. Begitu berhenti itu sepeda motor, tanpa ba bi bu langsung saja golok disabetkan ke pinggang. Kontan ambruklah Togap. Mardiana jika tak segera kabur, hampir saja ikut dieksekusi. Usai membantai tetangganya, Bangun kabur dan hingga kini masih dalam pencarian polisi.

Coba diselesaikan dengan musyawaroh, darahpun takkan tumpah. (JPNN/Gunarso TS)