Tuesday, 16 July 2019

Wawan Adik Atut Ditahan di Lapas Sukamiskin

Selasa, 17 Maret 2015 — 19:14 WIB
Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan

Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan tempat penahanan adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah nonaktif, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/3).

Pemindahan dilakukan lantaran proses hukum Wawan terkait kasus dugaan suap sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK) sudah inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Dalam putusannya, Mahkamah Agung (MA) menerima kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dan memvonis Wawan dengan hukuman pidana tujuh tahun penjara.

Wawan mengakui soal pemindahan tempat tahanannya. “Iya (dipindahkan ke Lapas Sukamiskin),” katanya, singkat di depan pintu Rutan Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).

Namun, suami Walikota Tangerang Selatan Airin Racmi Diany itu enggan berkomentar lebih banyak. Dia memilih bergegas masuk ke dalam mobil tahanan KPK yang membawanya ke Lapas Sukamiskin.

Kuasa hukum Wawan, TB Sukmana juga mengakui kliennya diesksekusi ke Lapas Sukamiskin. “Beliau dalam proses pemindahan ke Lapas Sukamiskin dalam rangka pelaksanaan putusan perkara suap Pilkada Lebak,” katanya, saat dihubungi melalui ponselnya.

Dengan demikian, Wawan akan menjalani hukuman 7 tahun penjara di Lapas Sukamiskin sesuai putusan MA. Putusan itu lebih berat dibanding vonis lima tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Dalam putusannya, Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Wawan terbukti menyuap Ketua MK, Akil Mochtar terkait gugatan sengketa Pilkada di Lebak dan Provinsi, Banten.

Selain kasus sengketa Pilkada Lebak, Wawan juga menjadi tersangka dalam tiga kasus lainnya, yakni dugaan korupsi alat kesehatan Kota Tangerang Selatan, dugaan korupsi alat kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten serta dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (yulian)