Tuesday, 18 September 2018

Ada Kelemahan Tata Niaga Gula, Sofyan Djalil Sambangi KPK

Kamis, 19 Maret 2015 — 19:40 WIB
Sofyan Jalil sambangi KPK-Rihadin01

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil bersama Menteri Perindustrian, Saleh Husin menggelar rapat mengenai kebijakan tata niaga gula dengan beberapa Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (19/2).

Sofyan mengungkapkan, masih ada kelemahan dalam pengelolaan tata niaga gula, terutama soal mekanisme impor.

“Masalahnya adalah itu tadi cuma policy (kebijakan, red) ada kelemahannya, dan (rapat koordinasi) ini untuk perbaikan sistem itu,” ujarnya di gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/3).

Persoalan lain, kata Sofyan, semisal pembagian jatah impor gula. Untuk itu, KPK perlu melakukan studi terhadap mekanisme impor. “Kemudian mekanisme pemberian jatah gula impor, rafinasi dan lain-lain. Sebenarnya itu perbaikan policy. Dan policy yang harus kita perbaiki itu adalah sistem,” ucapnya.

“Dengan memperbaiki sistem, maka orang tidak akan terlibat dalam proses korupsi karena sistem yang baik dan transparan, maka akan terhindar dari korupsi,” imbuhnya.

Namun, Sofyan mengklaim permasalahan yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. “Tidak ada itu. Tidak ada cerita untuk (kerugian negara) itu,” pungkasnya.

Lebih lanjut Sofyan menuturkan, dalam kajian yang masih berlangsung itu ada sejumlah aspek dalam kebijakan tata niaga pemerintah yang perlu diperbaiki. “Mereka (KPK) lakukan studi, kemudian mengatakan beberapa aspek yang harus kita perbaiki, tapi studi ini masih berjalan terus,” tuntasnya. (yulian/d)