Sunday, 18 November 2018

Memiliki Suami Ganteng Malah Masuk Sel Polisi

Minggu, 22 Maret 2015 — 5:19 WIB

MAYORITAS perempuan maunya punya suami yang ganteng kayak mantan calon Kapolri. Tapi Kasiyah, 45, warga Lumajang (Jatim) malah sengsasara jadinya. Saking takutnya suami direbut orang, dia tega mentung janda Lasmi, 40, tetangganya. Gara-gara penganiayaan pakai kayu itulah dia masuk sel polisi.

Kalau bisa, setiap wanita itu menginginkan punya suami yang ganteng kayak Komjen BG mantan calon Kapolri, banyak duit pula. Tapi tak semuanya bisa tercapai. Bahkan lebih banyak yang lebih realistis: jelek tak apa, yang penting pinter cari uang dan sayang pada keluarga. Percuma punya suami ganteng, sering makan hati karena suami mengandalkan kegantengannya kemudian mengobral cinta ke mana-mana.

Wartono, 50, warga Klakah, Lumajang termasuk lelaki mujur. Berkat kegantengannya dia bisa menikahi anak orang kaya 25 tahun lalu. Punya istri Kasiyah memang enak, selain mertua memberinya rumah, juga dimodali sawah beberapa petak, selain “sawah” lain yang pethok atau sertipikatnya dari KUA. Wajah Kasiyah sih biasa-biasa saja, tapi kan “bergizi”. Kata Wartono saat pacaran dulu, “Kalau mau cantik, tutupi saja muka istri pakai kalender gambar Paramitha Rasudi…”.

Dulu Wartono sengaja “banting harga” karena merasa pesimis menghadapi kehidupan. Cari kerja di kota tak mudah, jadi petani tak punya lahan. Akhirnya, mengandalkan kegantengannya tersebut dia mau saja dipek mantu (diambil menantu) Lik Sastro Jenggirat orang kaya di kampungnya. Biar saja kawan-kawanya menyindir “rabi bandha”, tapi dia tak peduli. Memangnya kalau kelaparan, teman-teman mau kasih makan?

Tapi sekian puluh tahun jadi suami Kasiyah, dia baru sadar bahwa di luar banyak sekali wanita cantik yang butuh kasih sayang lelaki, dari yang gadis maupun janda. Kalau punya uang sendiri, mau rasanya Wartono melamar janda kempling Winalia dari Kalasan Yogyakarta itu. Sekali tepuk dua nyamuk; ya dapat rumah bagus, sekaligus dapat istri cantik pula. Buat teman tidur dijamin kemrisik (anget).

Tapi sudahlah, baginya janda Winalia hanyalah fatamorgana. Yang realistis saja, karena tetangga dekatnya kini juga ada janda cantik kelas Winalia itu. Malah Lasmi tak perlu modal apa-apa, tanpa persyaratan ini itu dia sudah mau diajak tidur bersama, menggapai surga dunia. Yang penting, bagaimana mengemas perselingkuhan itu demikian rapi sehingga istri tak mengetahuinya.

Sebulan dua bulan sebagai pengamat dan penikmat janda tetangga, aman-aman saja nasib Wartono. Tapi sepandai-pandai tupai selingkuh, sekali waktu jatuh juga. Dan itu yang terjadi. Saat dia kencan dengan Lasmi di hotel, ada tetangga yang memergoki, sehingga kabar itu langsung merebak di kampungnya. Padahal “saksi mata” itu sekedar memergoki keduanya keluar dari hotel, bukan saat mereka “banting-bantingan”.

Ketika Wartono didonder istrinya, masih bisa berkelit mana bukti dan saksi-saksinya? Kalah ngomong dengan suami, Kasiyah langsung melampiaskan emosinya ke Lasmi. Tanpa ba bi bu lagi, begitu melihat perempuan gatel itu dari warung langsung dipentung pakai  potongan kayu kopi. Pletakkkk, kepala janda cantik itu bocor. Tak terima perlakuan tetangga, dia segera lapor polisi. Hari itu juga Kasiyah ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengaku emosi, dengar kabar suami selingkuh. “Duda kan banyak, kenapa gangggu suami orang?” kata Kasiyah membela diri.

Ditahan polisi, Kasiyah sungguh kasiman nasibanya. (BJ/Gunarso TS)

  • Seks

    Siapa yg selingkuh….. siapa yg di penjara…. terkadang penegak hukum ini tidak adil …… masa yg selingkuh bebas sedang kan yg di khianati di penjara..

    • wewe

      emang harus ada hukum sebab akibat

  • adam bahtiar

    Ah…..kebablasan

  • bagong

    istri dipenjara…perselingkuhan bisa dilanjutkan…