Saturday, 20 July 2019

Pasar Rawa Bening Surga Bagi Pencinta Batu Akik

Minggu, 22 Maret 2015 — 6:37 WIB
Jenis batu akik apa saja ada dijual di Pasar Rawa Bening. Mulai dari harga ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta ada

Jenis batu akik apa saja ada dijual di Pasar Rawa Bening. Mulai dari harga ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta ada

DEMAM batu akik makin merajalela di Jakarta ini. Hampir di setiap sudut, pemandangan lapak pedagang batu akik memenuhi jalan-jalan ibukota. Mereka menjual dengan sederhana batu-batu yang nantinya akan disulap menjadi cinderamata berharga.

Tak ketinggalan, pemandangan serupa juga terlihat di salah satu Jakarta Gems Center atau pusat penjualan batu akik terbesar di Asia Tenggara, yang berada di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur. Hampir setiap hari, ribuan orang memadati kawasan tersebut.

Pemburu batu ini datang silih berganti untuk mencari bahkan menjual batu akiknya. Hampir semua jenis batu permata tersedia juga tersedia di pasar batu akik Rawa Bening. Mulai dari yang harganya puluhan ribu hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Beberapa tahun lalu pasar ini masih kurang terorganisir dengan baik, area toko-tokonya tidak tertata dengan rapih dan banyak pedagang yang tidak memiliki spesialisasi batu tertentu. Namun sekarang kawasan ini telah jauh terorganisir, di mana pasar ini sudah menyerupai  pusat perbelanjaan atau mall.

Lebih dari 1200 pedagang batu permata berkumpul di sini. Berbagai jenis batu akik pun dijual di kawasan tersebut. Mulai dari jenis bacan, kalimaya, rubi, blueoval dan blackoval, hingga giok, dipasarkan di pusat batu akik ini. Pedagang pun berlomba-lomba untuk meraup keuntungan dari trend batu akik yang saat ini kembali buming.

Manager Pasar Rawa Bening, Agus Darmanto menyebutkan, dalam satu hari pengunjung yang datang ke pusat batu akik itu bisa mencapai 1000 orang. Bahkan, bila di hari libur, 2000 pengunjung terlihat memadati kawasan tersebut. “Selain membeli, para pengunjung kebanyakan ada yang hanya melihat-lihat,” ujarnya.

Agus mengaku kewalahan untuk mengatasi jumlah pengunjung yang datang. Dimana pihaknya cukup kesulitan untuk menyediakan lahan parkir bagi para pengunjung. “Karena tak dapat menampung kendaraan, akibatnya banyak parkir liar yang bermunculan di pinggir jalan,” tuturnya.

Petukaran uang dikawasan itu pun dinilai Agus cukup fantastis. Angkanya, dalam satu hari bisa mencapai lebih dari Rp200 juta bahkan lebih. Nilai tersebut baru terjadi selama setahun belakangan ini. “Kalau tahun lalu memang tak terlalu ramai. Namun batu akik baru buming di tahun ini,” ujarnya.

Angka itupun, lanjut Agus, dinilainya mengalami kenaikan yang sangat besar. Dimana ia mengaku, kenaikan mencapai 100 persen terjadi ditahun ini atau yang disebut bumingnya batu permata. “Kami mengharapkan batu akik ini eksis terus. Namun, kami juga sadar, kalau musim ini akan bisa berganti seperti membuminya hewan dan tanaman beberapa waktu lalu,” ungkap Agus. (Ifand)