Wednesday, 19 September 2018

Bupati Purwakarta Polisikan Pengusaha Air Bersih

Senin, 23 Maret 2015 — 16:48 WIB
Bupati Purwakarta01

PURWAKARTA (Pos Kota) – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi “mempolisikan” pengusaha air bersih yang beroperasi di wilayahnya. Sikap tegas ini lantaran Bupati tak ingin warganya kekurangan air bersih.

Pelaporan kasus tersebut diwakili Asda I Pemkab Purwakarta, Kepala BPMPTSP dan Kadis LH Purwakarta ke Unit IV Tipiter Reskrim Polres Purwakarta.

Menurut Bupati, laporan ini klimaks atas upaya Pemkab Purwakarta yang selama ini telah memberikan teguran, peringatan tertulis hingga penindakan. Namun, para pengusaha membandel hingga terus melakukan pengambilan air bersih di wilayah Purwakarta sampai saat ini.

“Ini jelas pencurian. Kita hari ini mempolisikan mereka. Ada 5 titik lokasi di Kecamatan Wanayasa, Pondok Salam dan Kiarapedes. Mereka mencuri air bersih milik warga sekitar, untuk keperluan komersialisasi,” jelas Bupati Dedi, Senin (23/3).

Bupati menilai, masalah air ini berbeda dengan penambangan pasir. Menurutnya, jika pasir diambil, persediaannya akan habis hanya di lokasi tempat tambang saja. Tetapi kalau air, lanjut Dedi, walaupun diambil dari satu titik lokasi, namun sumber air lain akan habis tersedot, termasuk sumber air bersih milik warga.

“Kalau air kan bergerak dari tempat tinggi ke tempat rendah, jadi kalau diambil satu titik, maka titik lain diatasnya akan kering karena terbawa. Inilah yang menjadi kekeringan air di beberapa wilayah di Purwakarta. Masalah lainnya,mobilisasi pengangkutannya merusak jalan yang dibangun Pemkab,” ungkap Bupati Dedi.

Selain itu, kata Bupati, adanya pengambilan air bersih ini telah menimbulkan kerugian materiil. Jika diuangkan bisa mencapai Rp 30 juta/hari dari penjualan air. “Dengan asumsi setiap hari ada 200 tangki hilir mudik mengambil air dengan harga pertangki Rp 150 ribu,”ujarnya.

Kanit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres purwakarta Ipda Budi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan Pemkab Purwakarta. “Hari Rabu lusa kita akan memanggil pihak-pihak terlapor. Penyelidikan juga akan dilakukan ke lokasi pengambilan air,” kata Kanit Tipiter. (dadan)

FOTO : Asda Bidang Pemerintahan, Kepala BPMPTSP dan Kadis LH di Ruang Unit IV Tipiter saat melaporkan aktifitas ilegal pengusaha nakal menyedot air bersih diwilayah Purwakarta. (dadan)

  • editor asu

    bilang aja kurang nyetor