Thursday, 15 November 2018

Disayangkan, Perusahaan Gas Negara Tak Perluas Jaringan Pipa

Senin, 23 Maret 2015 — 20:34 WIB
Pipa gas Rumah Tangga. (ilustrasi)

Pipa gas Rumah Tangga. (ilustrasi)

JAKARTA (Pos Kota) – Pemakaian gas alam sebagai bahan bakar rumahtangga seharusnya dikembangkan. Sayangnya, perusahaan gas yang ada tidak memperluas jaringan pipa gas.

“Idealnya, rumahtangga menggunakan gas alam,” kata Ketua Komisi VII DPR, Kardaya Warnika, Senin (23/3).

Sekarang ini, ia mengungkapkan banyak negara yang menggunakan gas alam untuk warganya, seperti Bangladesh, Pakistan dan Iran. Sehingga mereka membangun jaringan pipa ke rumah-rumah.

Bahkan di sejumlah negara di Eropa seperti Italia dan Perancis yang tidak memiliki sama sekali gas, mereka berupaya impor untuk menyalurkannya ke rumah-rumah.

Di Indonesia, ada perusahaan gas tapi tidak memikirkan untuk membangun jaringan pipa gas (jargas). Karena saham perusahaan gas tersebut dimiliki swasta. Sehingga kepentingan untuk membangun negara kurang baik.

“PGN uangnya banyak, tapi tidak pernah memikirkan membangun jaringan gas. Ini dampak dari privatisasi,” ujar Kardaya.

Karena itu, ia meminta pemerintah harus memiliki sikap yang jelas terhadap PGN. “Jangan PGN tidak mau (bangun jaringan pipa gas), lalu dibiarkan saja,” tandasnya. (setiawan)

Ia juga mendesak pemerintah tidak memberi kemudahan dan fasilitas kepada PGN. Sebab yang diuntungkan nantinya adalah investor yang memiliki saham perusahaan gas tersebut. (setiawan/d)